Guru Ngaji Cabuli 2 Anak SD di Ruang Kelas

Cinta terlarang
ilustrasi-pencabulan
ilustrasi (pencabulan)

POJOKSATU– Salah seorang oknum guru mengaji berinisial AH (37), yang merupakan warga Desa Mekarmukti, Kec. Cihampelas, Kab.Bandung Barat diamankan Unit Reskrim Polsek Cililin, setelah diketahui melakukan tindakan pencabulan terhadap dua orang anak yang masih di bawah umur.

Kapolres Cimahi AKBP Erwin Kurniawan mengatakan, kejadian ini diketahui setelah unit Reskrim Cililin mendapat laporan dari kedua orang tua keluarga korban berinisial R (10) dan R (11) pada bulan Februari 2014 lalu. Kedua korban masih duduk di bangku SD.

Erwin melanjutkan, kejadian terjadi di dua lokasi, di antaranya untuk korban pertama tersangka melakukan aksi tak terpujinya di salah satu sekolah SD Daerah Desa Mekarmukti. Sementara untuk korban kedua, tersangka melakukan aksinya tak jauh dari lokasi saat ia melakukannya pertama kali.

Lokasi keduanya berada di Kp. Awilarangan RT 03/08, Desa Mekarmukti, Kec. Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat. “Untuk Korban pertama yang di dalam kelas, korban disuruh untuk membuka celananya dan tersangka menggosok-gosokan alat kemaluannya sampai ejakulasi. Sementara untuk korban kedua, tersangka menyuruh korban untuk mengoral kemaluan tersangka,” kata Erwin di Mapolres Cimahi, seperti dikutip dari Bandung Ekspres (Grup Pojoksatu.id), Selasa (23/12)


Erwin menambahkan, dalam penangkapan tersangka, unit reskrim Cimahi sampai menjemput tersangka ke Bandara Sukarno Hatta setelah tersangka dibujuk oleh pihak keluarganya untuk pulang. Pasalnya, tersangka sempat melarikan diri ke Batam.

“Setelah pihak keluarga membujuk tersangka untuk pulang, unit reskrim Cimahi akhirnya menangkap tersangka di Bandara Sukarno Hatta,” kata Erwin.

Akibat perbuatannya, dikatakan Erwin, tersangka AH dijerat Pasal 82 UURI No. 23 Tahun  2002 tentang Perlindungan Anak junto Pasal 294 ayat 2 ke-2e KUHP dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Tersangka AH mengaku melakukan perbuatannya kerena dihantui sebuah mimpi untuk melakukan senggama dengan sesama jenis. Hal itu terjadi, akibat sebelumnya dirinya pernah menjadi korban tindakan serupa (pencabulan) oleh sepupunya hingga kelas 5 SD. “Sepupu saya suka melakukan pelecehan seksual sampai saya kelas 5 SD,” ujarnya.

Dari kejadian itu, dikatakannya, hasrat untuk menyukai sesama jenis justru muncul pada dirinya. “Saya mendapati mimpi-mimpi aneh yakni bersenggama dengan laki-laki. Sehingga keinginnan bersama anak laki-laki suka datang,” terangnya. (mg18)