Diintervensi Obama, Sony Menyerah

Coper film The Interview
Coper film The Interview
Coper film The Interview

POJOKSATU – Setelah mendapat intervensi dari Presiden Barack Obama, Sony Pictures Entertainment akhirnya memutuskan untuk menayangkan film kontroversial The Interview di sejumlah bioskop di Amerika Serikat.

The Interview yang merupakan film satire komedi itu memang menuai kontroversi dengan menayangkan adegan dibunuhnya pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un oleh dua agen intelijen AS, CIA, yang menyamar sebagai jurnalis.

Kkeputusan penayangan film ini berselang enam hari setelah sebelumnya sempat dibatalkan oleh Sony. Ancaman teror yang akan dilakukan jika film itu ditayangkan di bioskop dan aksi peretasan memang membuat Sony terlihat gentar untuk menayangkan film yang dibintangi Seth Rogen dan James Franco tersebut.

“Kami tidak pernah menyerah untuk merilis The Interview dan kami sangat antusias film ini akan hadir di sejumlah bioskop pada hari Natal,” kata CEO Sony Pictures Entertainment Michael Lynton seperti dilansir AFP, Rabu (24/12/2014) pagi.


Film ini sepertinya akan dirilis di bioskop yang lebih kecil. The New York Times melaporkan, hanya sekitar 200 hingga 300 bioskop yang diharapkan akan menayangkan film itu. Angka ini tentu lebih kecil dari prediksi awal yang menyebut hingga 2.500 bioskop yang awalnya akan menayangkan. Perilisan film akan dimulai di Austin dan Atlanta. (Lihat Trailer Videonya di Sini)

Seth Rogen, bintang sekaligus sutradara The Interview, memuji Sony atas keputusan ini. “Masyarakat telah berbicara! Kebebasan menang! Sony tidak menyerah! The Interview akan tayang di bioskop yang mau menayangkannya pada Hari Natal,” demikian kicau Rogen di akun Twitter miliknya.

Sejumlah peretasan yang ditujukan kepada Sony memang menjadikan studio film yang berbasis di California, AS, itu menjadi pusat perhatian. Apalagi, Sony diprediksi mengalami kerugian hingga 100 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,2 triliun.

Tidak hanya peretasan, beragam ancaman pun muncul. Kelompok yang mengatasnamakan Guardians of Peace mengancam akan melakukan teror serangan ke sejumlah bioskop yang menayangkan film The Interview.

Tidak hanya itu, keluarga pegawai Sony pun juga ikut terkena ancaman.  Ancaman disampaikn Guardians of Peace melalui email yang didapat dari aksi peretasan.

Korea Utara dituduh sebagai dalang di balik aksi peretasan dan teror. Meski begitu, Pyongyang berulang kali melontarkan bantahan, meskipun juga memuji kelompok yang melakukan peretasan. (one/AFP)