Pilkades Bogor, Adu Dukun hingga Bentrok Massal

Atraksi silat di acar Serentaun Bogor. Foto Ade/pojoksatu.id
Atraksi silat di acar Serentaun Bogor. Foto Ade/pojoksatu.id
Ilustrasi (Atraksi silat)

POJOKSATU-Ada banyak drama yang tersaji di penyelenggaraan pemilihan kepala desa (pilkades) di Kabupaten Bogor, Minggu (21/12/2014). Selain aksi politik uang, ada juga beberapa calon kades yang berupaya menang dengan bantuan para dukun.

“Tadi, saat masuk mengambil kartu suara, semerbak wangi melati cukup menyengat. Saya pikir itu hanya parfum yang digunakan panitia pilkades. Namun, wangi aneh itu tercium sampai memasuki bilik suara,” ujar Heri (24) warga Kampung Cisauk, RT 07/01, Desa Cibatok 1, Kecamatan Cibungbulang, kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id) kemarin.

Merasa aneh, Heri pun bertanya kepada rekan-rekannya apakah mencium hal yang serupa. Jawaban mereka persis sama, bahwa bau ganjil itu juga tercium oleh mereka sejak tiba di tempat pemungutan suara (TPS) di Desa Pasarean, Kecamatan Pamijahan, serta Desa Cibatok 1, Kecamatan Cibungbulang.

Hal ini kemudian diamini oleh oleh Nurdin (39) warga Desa Pasarean, Kecamatan Pamijahan. Pria paruh baya itu menuturkan bahwa tak sedikit calon kades yang menggunakan ilmu klenik. Untuk memenangkan pemilihan, sambung dia, mereka (calon kades, red) tak segan-segan berguru hingga ke Banten.


“Ya jika ditanya seperti itu, para calon kades pun badannya isi semua, tidak kosong. Bahkan ada yang meminta restu hingga ke Banten dan daerah lain,” akunya polos.

Kabar yang didapat Radar Bogor, para dukun akan mem­bantu menumbuhkan kewiba­waan para calon kades. “Jadi, saat orang melihatnya terasa tertarik dan memilih ilmu siapa yang paling sakti,” katanya.

Menanggapi fenomena klenik ini, Camat Pamijahan, Herna Djumhana tak bisa membantah. Namun, sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya wewangian aneh di TPS Desa Pasarean seperti yang dituturkan warga.

“Kalau saya pribadi tidak terlalu percaya dengan hal mistis serta klenik seperti itu. Jadi, jika ada pun saya tidak terlalu perma­salahkan. Namun, saya lihat proses pemilihan aman-aman saja,” cetusnya.

Terpisah, pilkades di Desa Neglasari, Kecamatan Dramaga, justru berujung adu jotos antara pendukung calon kades. Kericuhan bermula ketika sejumlah gerombolan motor dari pendukung calon kades bernama Yayan Mulyana melintas dengan sepeda motor bersuara keras di depan TPS saat perhitungan suara berlangsung.

Karena merasa terganggu, pendukung calon kades lainnya, Otong Hermasyah pun emosi. Entah siapa yang memulainya, tiba-tiba keributan terjadi begitu saja. Tak ayal, baku hantam pun terjadi. Tak ada korban dalam kejadian itu.

“Kami sudah mencoba melaku­kan pengamanan ekstra, saat ini kedua kubu sudah bisa diken­dalikan,” ujar Kapolsek Dramaga, AKP Syaifudin Gayo, kemarin.

Sementara itu, pantauan Radar Bogor untuk hajatan pilkades di sejumlah wilayah berjalan kondusif. Misalnya di Desa Pancawati, Kecamatan Caringin. Meski hanya diikuti dua calon, masyarakat tetap bisa menjaga suasana pemilihan dan penghitungan berlangsung kondusif. (all/rp6/rp8/c)