Kembali ke Istri Tua, Asmari Digorok Istri Muda

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKSATU – Pelaku pembunuhan Asmari alias Pak Ningsih, 40, warga Dusun Tegalan, Desa Sumber Kejayan, Kecamatan Mayang, Jumat (12/12) akhirnya dibekuk polisi. Seperti yang diduga sebelumnya, pelaku pembunuhan tersebut adalah istri muda korban, Siti Suhartatik, 34, warga Dusun Jambuan, Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat.

Perempuan yang akrab disapa Tatik itu ditangkap polisi KKP (Kepolisian Kawasan Pelabuhan, Red) Pelabuhan Internasional Batam Center saat hendak naik Feri dengan tujuan Malaysia. ”Alhamdulilah, berkat doa masyarakat dan kerja keras dari anggota, pelaku pembunuhan bisa ditangkap,” kata Kapolres Jember AKBP Sabilul Alif SH SIK kemarin. Setelah pelaku ditangkap, polisi langsung melakukan olah TKP.

Sabilul Alif mengungkapkan, meski minim saksi dan bukti-bukti, dugaan pelaku mengarah kepada Tatik. ”Sebab, orang terakhir yang bersama korban ini adalah tersangka. Selain itu, setelah korban tewas, tersangka juga menghilang,” sambungnya. Berbekal keyakinan tersebut, pihaknya menyebar foto tersangka. ”Termasuk ke imigrasi dan PJTKI (Penyalur Jasa Tenaga Kerja Indonesia, Red),” ujarnya.

Menurut pengakuan tersangka, setelah membantai korban, tersangka langsung lari ke Surabaya dengan naik bus. Dalam kondisi bingung, tersangka meminta bantuan sopir agar dicarikan pekerjaan ke Malaysia. Untuk pengurusan dokumen ke Malaysia, sopir mengantarkan tersangka pulang ke Arjasa lalu pergi lagi ke Blitar untuk pembuatan paspor. Pada Rabu (17/12) tersangka langsung berangkat ke Batam. Di situlah, tersangka ditangkap.


Pembunuhan Asmari membuat sejumlah warga geleng-geleng kepala. Melihat korban tewas dengan leher yang nyaris putus, mereka seakan tidak percaya bahwa pelakunya adalah Tatik. ”Saya membunuh dia (korban, Red) karena sakit hati Pak,” ucap Tatik. Dulu dia dan korban pacaran. Namun, karena suatu keadaan, mereka berpisah dan masing-masing menikah dengan orang lain.

Beberapa lama kemudian, keduanya bertemu lagi. Cinta pun bersemi kembali. ”Kebetulan, saya sudah bercerai dan dia juga sudah bercerai,” tutur Tatik. Dari hubungan itu, keduanya akhirnya sepakat melanjutkan hubungan sebagai suami istri. Keduanya pun mengarungi bahtera rumah tangga dengan harmonis meski pernikahannya di bawah tangan alias kawin siri. Mereka mempunyai seorang anak, namun meninggal.

Sebelum pembunuhan itu terjadi, jelas tatik, kondisi rumah tangganya kerap diwarnai pertengkaran. Sebab, korban dikabarkan kembali kepada istri pertamanya. Puncaknya, pada Jumat (12/12) keduanya kembali bertengkar hebat. Bahkan, tersangka menyatakan bahwa korban terang-terangan akan meninggalkan dirinya dan kembali kepada istri sebelumnya.

Setelah disumpah Alquran, korban langsung tidur seakan tidak merasa bersalah kepada tersangka. Saat itulah, darah tersangka mulai naik. Saat korban terlelap tidur, tersangka langsung mengambil parang milik korban yang selalu disimpan untuk jaga-jaga. Dengan emosi yang sudah tidak tertahankan, tersangka langsung mengayunkan parang tersebut ke leher korban hingga korban tewas seketika. (jum/sh/JPNN/c20/any)