Tembak Pacar, Bunuh Dua Polisi, Kemudian Bunuh Diri

2431E66E00000578-2882105-image-a-3_1419116787370
Ismaaiyl Brinsley

POJOKSATU РSeorang pria menembak mati dua polisi  New York, Liu Wenjin dan Raphael Ramos, Sabtu (20/12/2014) waktu setempat. Pria itu kemudian bunuh diri di stasiun bawah tanah dengan cara menembak kepalanya sendiri.

Sebelumnya, pria bernama Ismaaiyl Brinsley (28) itu terlebih dahulu menembak kekasihnya pada Sabtu pagi. Aksi tragis itu dilakukan
Brinsley sebagai bentuk balas dendam atas kematian warga kulit hitam oleh polisi yang memicu protes di seluruh AS beberapa waktu lalu.

Peristiwa tragis itu terjadi sejam setelah pelaku memposting foto pistol di Instagram dengan pesan mengerikan: “Aku akan bunuh babi hari ini. Mereka ambil 1 dari kami… kami ambil 2 dari milik mereka #ShootThePolice #RIPErivGardner (sic) #RIPMikeBrown. Mungkin ini postingan terakhir saya”.

2431E5A600000578-2882105-image-m-6_1419116829164
Menurut saksi mata, Mike Isaac, pelaku berjalan keluar dari rumahnya dengan pistol di tangannya pada 14:47. Pria itu kemudian merangkak naik di belakang mobil patroli petugas. Pelaku menembak Liu Wenjin dan Raphael Ramos melalui kaaca jendela.


Setelah kejadian itu, Brinsley kemudian berjalan menuju kereta bawah tanah, lalu menembak kepalanya sendiri hingga tewas. “Situasinya sangat menegangkan,” kata Isaac seraya menambahkan, penembakan dilakukan di wilayah permukiman mayoritas warga Afrika-Amerika yang sebelumnya tegang akibat pembunuhan Garner oleh polisi.

Komisioner kepolisian New York, Bill Bratton, mengatakan, dua petugas tersebut menjadi sasaran tembak karena seragam kepolisian yang mereka kenakan. Sama sekali tak ada peringatan ataupun kejadian tertentu saat keduanya terbunuh. Bratton bahkan menyebut, keduanya terbunuh dengan sangat mudah.

Saat ini polisi menutup akses lokasi bagi pejalan kaki. Polisi juga telah memasang garis polisi di dekat lokasi penembakan. (one/dailymail)