Kebakaran, Keluarga Satpol PP Terpanggang

ilustrasi

POJOKSATU- Kemeriahan malam hajatan pengantin sunat berujung duka tatkala kobaran api menjilat seisi rumah di Jalan Tubagus Angke, Gang Damai, RT 16/01, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Tragedi yang terjadi pada Jumat (19/12) dinihari itu menewaskan Yanti (27) dan putranya Teguh (5). Kala itu pukul 03:30, Yanti yang tengah hamil tua bersama anaknya tidak dapat menghindari kobaran api.

Keduanya tewas terpanggang, setelah rumah semi permanen yang dihuninya itu ambruk. Dua penghuni rumah lainnya juga terluka bakar serius, dan dilarikan ke RSUD Tarakan, Jakarta Pusat.  ”Saat api berkobar itu, kakak angkat saya takut untuk lompat karena dia sedang hamil tujuh bulan, dia pegangin anaknya terus,” terang adik angkat korban Muhammad Agung (17) ketika ditemui INDOPOS di lokasi kejadian.

Penuturan Agung, kebakaran itu terjadi saat penghuni rumah sedang terlelap tidur di lantai dua rumah. Termasuk dia, kakak perempuannya Lastri (27), Yanti dan putranya Teguh. Sementara, penghuni lainnya tengah memasak di lantai bawah dan di depan rumah. ”Tiba-tiba, api dari lantai bawah itu berkobar cepat. Saya juga langsung bangunkan yang lain,” tuturnya.

Di tengah kepungan api dan kebulan asap, Yanti yang panik terus memegangi Teguh. Padahal, saat itu Agung sudah bersiap lompat ke lantai bawah, langsung menuju teras rumah. Termasuk kakaknya Lastri juga demikian, mengajak Yanti segera melompat.  Kobaran api yang membesar membuat Yanti dan Teguh semakin panik.
Sambil memegangi kandungannya, Yanti terus berteriak minta tolong. Tak sanggup menahan panasnya api, Agung dan Lastri memilih menyelamatkan diri.
Mereka berdua tak luput dari jilatan api. Agung terbakar di lengan kanan, sementara Lastri terbakar di punggung. ”Saya sempat rangkul, tapi dia gak mau lompat. Ibu dan anak itu tertinggal,” kata Agung yang mengatakan kakaknya Lastri masih dirawat intensif di RSUD Tarakan.


Menurut Agung, peristiwa tragis itu bertepatan dengan hajatan sunat adiknya Raihan (7). Ayahnya, Otong Surjani itu Ketua RT 16/01 Angke, sekaligus Kasatgas Pol PP Kelurahan Jembatan Besi sehingga banyak warga yang ikut membantu memasak di rumah.
Belakangan diketahui, Yanti merupakan istri dari Sophian Hadi (30) yang juga petugas Satpol PP di Kelurahan Jembatan Besi.

Sejak muda, Sophian dan Yanti ini selalu ikut ayahnya. Di malam hajatan itu Yanti yang tercatat sebagai warga Kampung Tegal Vila, Curug, Kabupaten Tangerang itu datang menginap. Sayangnya, saat kejadian suaminya sedang berjaga di kelurahan. Agung pun mengakui, asal api bersumber dari dapur rumahnya, api berasal dari kebocoran gas pada kompor yang digunakan untuk memasak kue.

”Memang, bau kebocoran gas 3 kilogram itu menyengat saat api menyala,” katanya. Tubuh Yanti ditemukan bersanding dengan putranya Teguh di bagian dalam pintu masuk rumah. Jasad keduanya hangus terbakar. Setelah dievakuasi, jenazah korban dilarikan ke RSCM. Rencananya, kedua korban akan dimakamkan di Cirebon, Jawa Barat, kampung halaman suaminya.

Kebakaran hebat di pemukiman padat penduduk itu menghanguskan 38 rumah. Sebagian besar rumah semi permanen berlantai dua dan tiga, berukuran luas tanah 2×3 meter. Lurah Angke, Masyhudi mengatakan, sebanyak 30 rumah di RT16 dan 8 rumah di RT02.
Bantuan dari berbagai pihak, seperti nasi bungkus, biskuit, selimut, mie instan dan air mineral ditempatkan di Kantor Kelurahan Angke yang berada tepat di belakang lokasi kejadian.

”Saat ini seluruh korban kebakaran diungsikan di Kantor Kelurahan Angke dan tenda pengungsian di depan gang. Tercatat sebanyak 75 Kepala Keluarga (KK), 315 jiwa kehilangan tempat tinggal,” terang Mashyudi.

Kasi Ops Suku Dinas Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Jakarta Barat, Abdul Wahid mengatakan, sebanyak 22 mobil pemadam diterjunkan ke loaksi kejadian. Setelah dua jam, atau sekitar pukul 06.00 api baru bisa dijinakkan. ”Belum bisa dipastikan penyebab kebakaran tersebut. Tersiar kabar karena kebocoran gas di kompor yang sedang memasak,” katanya. (asp)