Ibu dan Anak Meninggal Berpelukan

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKSATU– Rencana hajatan di rumah Otong Surjani di Tubagus Angke, Kelurahan Angke, Tambora, Jakarta Barat, berubah menjadi duka mendalam. Kemarin (19/12) ibu dan anak, Yati, 40, dan Teguh, 7, kehilangan nyawa karena kebakaran hebat. Korban bisa dihitung tiga orang karena saat itu Yati mengandung tujuh bulan.

Yati adalah adik ipar Otong. Dia dan Teguh datang pukul 04.00 untuk membantu Otong yang akan mengadakan selamatan khitan. Waktu itu, Yati bersama seorang anggota keluarga Otong lainnya sedang memasak. Entah bagaimana awalnya, tiba-tiba terdengar suara ledakan. Tidak lama kemudian, muncul jilatan api. ”Api diduga berasal dari tabung elpiji 3 kg yang meledak,” terang Kapolsek Tambora Kompol Dedi Tabrani.

Hanya dalam hitungan menit, api membesar dan merembet ke mana-mana. Yati pun panik. Dia berteriak histeris meminta pertolongan warga. Lalu, dia teringat kepada Teguh yang masih terlelap di dalam kamar. Yati lalu bergegas menuju kamar tidur untuk membangunkan anaknya itu. Sambil menggendong si bocah, Yati berusaha menyelamatkan diri dengan naik ke plafon.

Namun, kondisi perutnya yang besar sangat menyulitkan Yati. ”Dia terjatuh dan terjebak dalam kobaran api bersama anaknya,” jelas Dedi. Yati akhirnya tewas bersama putranya.


Lurah Tambora Masyhudi menambahkan, saat dievakuasi, jenazah Yati dan Teguh berpelukan. Kondisi mereka tidak bisa dikenali lagi.

Selain rumah Otong, kebakaran itu membuat 37 rumah lainnya tinggal puing-puing. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penanggulangan Bencana (PB) DKI Subejo menjelaskan, laporan kebakaran diterima petugas damkar sekitar 10 menit setelah kejadian. Pihaknya langsung mengerahkan 22 mobil pemadam ke area padat penduduk itu. ”Saat petugas sampai di lapangan, api sudah menjalar ke rumah lain,” terangnya.

Api bisa dipadamkan dua jam kemudian atau pukul 06.00. Diduga, api menjalar melalui plafon yang terbuat dari tripleks di rumah-rumah petak warga. Api baru bisa dikendalikan setelah menghanguskan 38 rumah.

Subejo menyatakan, polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. (bad/oni/c5/any)