Kehabisan Uang untuk Pulang, Merampok Money Changer

Ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKSATU – Ketenangan kawasan pertokoan di Jalan Panggung, Pabean Cantikan, mendadak pecah oleh teriakan saling bersahutan, “Perampok… Perampok…!” Seorang pria yang kemudian diketahui bernama Muhammad Usman, 40, menghambur ke luar sebuah money changer.

Pria berkulit putih dari Jalan Kandea Baru, Makassar, itu rupanya baru melancarkan aksi perampokan. Usman beraksi sendirian. Berbekal sebuah palu, tersangka memecahkan etalase dan menggasak uang di dalamnya. Namun apes, dia bisa dikejar dan ditangkap warga. Setelah dipukuli, Usman digelandang polisi ke Mapolsek Pabean Cantikan.

Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos, perampokan tunggal itu terjadi sekitar pukul 15.30. Pelaku yang berpenampilan rapi datang dengan naik taksi. Dia turun di depan sebuah toko parfum di Jalan Panggung.

Tanpa basa-basi, pelaku kemudian meminjam uang untuk membayar taksi. “Saya kira sama-sama warga (keturunan Arab) yang tinggal di sekitar sini. Makanya, saya pinjami tanpa curiga,” ujar Adrian, pemilik toko parfum.


Setelah membayar taksi, tersangka berjalan menuju sebuah money changer di Jalan Panggung No 58 yang kebetulan milik orang tua Adrian, Arifin Saibu.

Di sana, Usman berpura-pura ingin menukarkan uang rupiah dengan dolar. Korban lantas menunjukkan contoh uang kepada pelaku. Namun, uang itu langsung disambar dan dimasukkan oleh Usman ke tas.

Usman lalu mengeluarkan palu dan menghantam meja etalase yang berbahan kaca hingga pecah berantakan. Pelaku sempat mengacungkan palunya sembari mengancam korban. “Saya mau rampok toko ini,” ujar saksi, menirukan perkataan pelaku.

Usman langsung menggasak uang dari meja etalase, kemudian kabur. Para karyawan pun meneriakinya perampok dan berusaha mengejar. Tak lebih dari 50 meter, warga berhasil menangkap pelaku. Tak ayal, pelaku menjadi bulan-bulanan warga. Akibatnya, wajah pelaku penuh luka lebam. Pelipis kirinya sobek dan bengkak. Untung, polisi yang mendapat laporan segera mengamankan Usman dan menggelandangnya ke kantor polisi.

Saat diperiksa, dari dalam tas cangklong berbahan kulit milik pelaku, polisi menemukan dua KTP asal Pasuruan dan Makassar. Dalam tas itu, juga ada palu, obeng, dan jimat.

“Kami juga amankan belasan lembar uang dolar AS, dolar Singapura, dan ringgit Malaysia dari dalam tas cangklong pelaku,” ujar Kanitreskrim Polsek Pabean Cantikan Iptu Trisno Nugroho.

Trisno menambahkan, pihaknya sedang memeriksa pelaku lantaran ada dugaan Usman pernah beraksi di daerah lain. “Pelaku masih berkelit-kelit dan juga harus mendapat pengobatan dulu,” katanya.

Sementara itu, Usman mengaku baru datang dari Jakarta dengan naik kereta api. Dia turun di Pasar Turi, kemudian berputar-putar dengan naik taksi. Usman mengaku tidak merencanakan aksi tersebut. Dia bingung karena kehabisan uang. Padahal, dia akan menjenguk anaknya yang mondok di Bangil dan pulang ke Makassar. “Saya terpaksa setelah diusir keluarga saya di Jakarta. Saya ingin pulang ke Makassar, tapi tak punya uang,” ucapnya. (shy/c11/ib)