Bogor Diancam Bom, Mabes Polri Turunkan Densus 88

SMS ISIS ancam bom mal di Bogor
SMS  ISIS ancam bom mal di Bogor
SMS ISIS ancam bom mal di Bogor

POJOKSATU – Mabes Polri merespons cepat ancaman teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) jaringan Bogor yang berencana meledakkan dua mal, yakni Botani Square dan Mal BTM. Kelompok tersebut juga mengancam akan mengebom Stasiun Bogor. Ancaman itu disebarkan via SMS.

Mabes Polri telah memerintahkan Densus 88 Antiteror, Polda Jabar dan Polres Bogor Kota, untuk segera melakukan pelacakan terhadap beredarnya SMS teror tersebut.

“Kepolisian setempat harus bertindak cepat, melacak, dan mengidentifikasi pelaku. Polda Jabar dan Densus 88 juga mela­kukan pengawasan internal,” ujar ­Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Ronny F Sompie kepada Radar Bogor, kemarin.

Berkaca kepada kasus-kasus sebelumnya, Mabes Polri juga akan mem-back up dan turut mencari tahu sumber penyebar ancaman. Karenanya, Ronny berharap agar Polres Bogor Kota sebagai pemangku wilayah bertindak cepat.


“Memang ada anggapan pesan sejenis itu hanya ancaman kosong, tetapi segala sesuatu itu harus disikapi dengan kehati-hatian. Karena pencegahan lebih penting,” paparnya.

Seperti diberitakan sebelum­nya, Radar Bogor, pada Rabu (17/12) menerima SMS berisikan anca­man bom. Kelompok radikal itu berniat melakukan pem­boman di tiga titik kera­maian di Kota Bogor, yaitu Botani Square, Mal BTM, dan Stasiun Bogor, pada saat pera­yaan Tahun Baru.

“Radar Bogor saya dari jari­ngan ISIS di Bogor, nanti tanggal waktu tahun baru akan ada bom di tiga keramaian, di Botani, BTM dan di Stasiun Bogor bom ISIS,” begitulah isi pesan yang dikirim oleh pengguna ponsel dengan nomor 083877190619.

Untuk pelacakan, Ronny meminta Polres Bogor Kota bisa melibatkan masyarakat untuk mencari pelaku penyebar SMS. Perwira berbintang satu ini juga mendesak pengelola tiga lokasi yang diancam bom untuk meningkatkan keamanan dengan menyiapkan detektor bom. “Masyarakat kami harapkan tak perlu panik,” tukasnya.

Merujuk kepada trafik pengunjung di tiga lokasi ancaman, Botani Square menjadi lokasi yang paling banyak didatangi masyarakat. Pusat perbelanjaan di bilangan Jalan Pajajaran itu setiap harinya dikunjungi 30 ribu orang. Jumlah ini meningkat sampai angka 50 ribu pada akhir pekan dan musim liburan.

BTM juga demikian. Setiap harinya dikunjungi 17 ribu orang di akhir pekan, dengan trafik pengunjung normal 12-15 ribu orang. Sementara Stasiun Bogor memiliki 12 ribu pengunjung per hari. “Kalau di BTM, tren pengunjung fluktuatif. Pada hari normal bisa mencapai 12-15 ribu pengunjung, sedangkan jika akhir pekan bisa mencapai 17-20 ribu,” ujar Advertising dan Promotion pada Mal BTM, Julie Candra.

Karena ancaman bom pada pergantian tahun, maka asumsi jumlah pengunjung akan sama seperti pada akhir pekan. Jika dikumulatifkan, maka ada 79 ribu orang yang akan memadati ketiga lokasi itu secara bersamaan. “Artinya apa, ancaman ini jangan dianggap remeh, ada ribuan nyawa yang terancam di sana,” ujar Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, kemarin.

Menurut Neta, jika pun itu dilakukan oleh orang iseng, pelakunya harus segera ditahan, supaya tidak menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. “Kepolisian harus menyikapi dengan serius aksi ancaman bom itu, dan harus tetap harus diwaspadai,” kata Neta.

Jenis ancaman bom melalui pesan seluler sejatinya tidak terlalu sulit dilacak. Neta memaparkan, polisi bisa mulai dari awal sinyal itu berada. Jika pelaku hanya iseng, biasanya mereka ceroboh, dengan tidak mematikan GPS. “Jika pun pelaku menonaktifkan teleponnya, kepolisian bisa memanfaatkan sisa komunikasi terakhir pelaku melalui server,” jelasnya.

Sementara itu, jajaran Polisi Resor Bogor Kota, hingga kini masih menyelidiki orang yang mengaku sebagai anggota ISIS Bogor dan mengirim SMS ancaman akan meledakkan Mal BTM, Botani Square, dan Stasiun Bogor. “Masih kami selidiki,” ungkap Kapolres Bogor Kota AKP Irsan, kemarin.

Tak hanya nomor pelaku, kepo­lisian juga sedang menyeli­diki lokasi terakhir pelaku mela­kukan komunikasi. “Penyeli­dikan dan peningkatan pengamanan terus dilakukan, terutama di tiga titik tersebut,” tegasnya.(ind/c)