Anak Syarif Hasan Divonis Enam Tahun Penjara

AKIBAT KONGKALIKONG: Riefan Avrian saat menjalani sidang di Pengadilan Tipikor. (Ricardo/JPNN)
AKIBAT KONGKALIKONG: Riefan Avrian saat menjalani sidang di Pengadilan Tipikor. (Ricardo/JPNN)
AKIBAT KONGKALIKONG: Riefan Avrian saat menjalani sidang di Pengadilan Tipikor. (Ricardo/JPNN)

POJOKSATU – Riefan Avrian, anak mantan Menkop dan UKM Syarief Hasan, harus tetap berada di balik jeruji besi. Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta memvonis Riefan bersalah dalam kasus pengadaan videotron. Dia diganjar hukuman enam tahun penjara.

Dalam putusannya, hakim juga menjatuhkan pidana denda Rp 200 juta, subsider tiga bulan kurungan. Ketua Majelis Hakim Nani Indrawati menyatakan, Riefan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama.

”Oleh karenanya, majelis menjatuhkan sanksi pidana penjara enam tahun dan denda Rp 200 juta, subsider tiga bulan kurungan. Terdakwa juga dihukum membayar uang pengganti,” ucap Hakim Nani.

Angka uang pengganti kerugian negara yang disebut hakim mencapai Rp 5,392 miliar. Bila uang pengganti tersebut tidak dibayarkan dalam satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, maka harta benda milik Riefan akan disita. Jika harta anak politisi Partai Demokrat itu tak mencukupi, maka hukuman penjara akan ditambahkan dua tahun.


Majelis hakim menganggap Rievan terbukti melakukan kongkalikong untuk mendapatkan proyek pengadaan videotron di instansi yang dipimpin orang tuanya. Kegiatan culas itu dilakukan dengan membentuk perusahaan abal-abal, PT Imaji Media. Riefan menunjuk office boy-nya, Hendra Saputra, sebagai direktur PT Imaji Media.

Dengan anak buah ayahnya di Kementerian Koperasi dan UKM, Riefan mengatur agar perusahaan lain yang ikut tender gugur dengan sendirinya karena persyaratan yang berat.

Nah, parahnya setelah mendapatkan proyek tersebut perusahaan, Riefan bukan malah bekerja dengan baik. Perusahaan Riefan malah melakukan penyimpangan pekerjaan. Antara lain, melakukan sejumlah pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi teknis.

Akibat tindakan Riefan, negara dirugikan hingga Rp 8,087 miliar. PT Imaji sudah melakukan pengembalian kerugian negara sebesar Rp 2,695 miliar sehingga kewajiban yang tersisa Rp 5,390 miliar. (gun/fal)