Tiga Tebing Longsor, Enam Rumah Rusak

GOTONG ROYONG: Personel TNI dan warga membersihkan tebing yang longsor di Mojo, Kediri (17/12)
GOTONG ROYONG: Personel TNI dan warga membersihkan tebing yang longsor di Mojo, Kediri (17/12)
GOTONG ROYONG: Personel TNI dan warga membersihkan tebing yang longsor di Mojo, Kediri (17/12)

POJOKSATU – Curah hujan tinggi selama dua hari memicu longsor di wilayah Kabupaten Kediri. Di Dusun Jeti, Desa Blimbing, Kecamatan Mojo, sedikitnya enam rumah rusak karena dihantam longsoran tanah. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, longsor pertama terjadi pukul 16.00 pada Senin (15/12). Saat itu tebing yang longsor menimpa rumah Ali Basori, 37, dan Giat, 45. Dinding rumah Basori hingga bagian ruang tamu jebol. Kondisi Giat sedikit lebih baik. Material longsoran hanya menerjang bagian dapur rumahnya.

Longsor kedua terjadi pada Selasa (16/12) sekitar pukul 17.00. Kali ini titik longsor lebih banyak dibandingkan dengan sehari sebelumnya. Longsoran tanah menerjang rumah Antoro, 28; Agus, 35; Katomo, 44; dan Saruni, 50. Rata-rata rumah warga itu rusak di bagian dapur dan kamar di dekat dinding tebing.

Bukan hanya itu, hujan yang turun sejak pukul 14.00 pada Selasa lalu tersebut juga mengakibatkan longsor tiga tebing di tepi jalan. Akibatnya, akses jalan di dusun itu sempat terputus karena tertutup material longsor.


Basori menyatakan, saat longsor terjadi, dirinya sedang berada di teras rumah bersama istrinya, Rusmi. Tanpa ada tanda-tanda, tiba-tiba terdengar suara brukkkk di belakang rumahnya. Seketika itu juga dinding rumah Basori langsung jebol tertimbun tanah dan pohon. ’’Melihat kejadian itu, saya langsung lari. Takut ada longsor susulan,’’ katanya, Rabu (17/12).Bersama istri dan Yoga, anaknya, Basori lalu berlindung dan mencari tempat yang aman di rumah tetangganya. Setelah tidak terjadi longsor, dia baru kembali ke rumahnya.

Berbeda dengan Basori, Agus tidak berada di rumah saat longsor menghantam rumahnya. Namun, sejak Senin Agus khawatir dengan kondisi tanah dan tebing di belakang rumahnya. ’’Sudah retak-retak,’’ ujarnya.

Benar saja, tanah tersebut akhirnya longsor dan mengenai dinding kamar rumahnya. Beruntung, saat longsor terjadi, istrinya, Hartatik, 36, dan anaknya, Adi, 10, berada di depan rumah. ’’Alhamdulillah, mereka selamat. Saya baru tahu setelah pulang pas magrib,’’ tuturnya.

Kemarin pagi warga bergotong-royong membersihkan puing-puing. Terutama yang menutup akses jalan. Mereka dibantu personel TNI, aparat Polsek Mojo, perangkat desa dan kecamatan, serta tim taruna siaga bencana (tagana).

Sementara itu, Komandan Rayon Militer (Danramil) Mojo Kapten Supriyadi menjelaskan, pihaknya menurunkan 15 personel sejak Selasa malam. Selain membersihkan reruntuhan di jalan, personel TNI membantu membuang material yang menimbun rumah warga tersebut. ’’Kami siaga di sini sampai kondisi aman,’’ jelasnya.

Sekretaris Camat (Sekcam) Mojo Jiwo mengungkapkan, setiap tahun di awal musim hujan Desa Blimbing memang berlangganan longsor. Sebab, kondisi tebing dan tanah di wilayah tersebut curam. ’’Tahun lalu juga terjadi longsor. Karena itu, setiap hujan deras, kami selalu mengimbau masyarakat agar waspada,’’ ucapnya.

Selain Blimbing, lanjut Jiwo, dua desa lain yang rawan longsor adalah Petungroto dan Jugo. Kemudian, lima desa berpotensi longsor, yakni Surat, Keniten, Ponggok, Ngetrep, dan Pamongan. ’’Total ada tujuh desa,’’ terangnya.

Dihubungi secara terpisah, Kabag Humas Pemkab Kediri M. Haris Setiawan menyatakan, pemkab sudah mengecek di lapangan. Kerugian material dari peristiwa tersebut diperkirakan hanya sekitar Rp 25 juta. ’’Kecil karena tidak sampai merobohkan rumah,’’ ujarnya.

Untuk memperbaiki rumah warga yang rusak, jelas dia, pemkab masih mengkalkulasi kebutuhan. Setelah dihitung, anggaran perbaikan baru akan dicairkan. ’’Kami sesuaikan kebutuhan di lapangan,’’ tuturnya.

Karena hujan akan terus berlanjut dengan kemungkinan curah tinggi, dia meminta masyarakat di wilayah rawan longsor tersebut selalu waspada. Hari ini pemkab berencana membahas potensi-potensi longsor di wilayahnya. (baz/JPNN)