Raja Sodomi Cianjur Dihukum 14 Tahun Penjara

Raja Sodomi Cianjur. Foto : Arif
Raja Sodomi Cianjur. Foto : Arif
Raja Sodomi Cianjur. Foto : Arif

POJOKSATU-Sudah jatuh tertimpa tangga pula, mungkin pepatah tersebut pantas disematkan pada Anin (27) atau dikenal ‘Raja Sodomi’. Pasalnya selain harus hidup di belakang jeruji besi, juga harus mengganti denda sebesar Rp60 juta.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Cianjur menjatuhkan hukuman pada terdakwa karena dinilai telah melakukan tindak pidana asusila anak dibawah umur yang beberapa waktu lalu dilakukannya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dadang Setiadi mengatakan, sidang putusan terhadap pelaku sudah sesuai dengan perbuatnya. Pihaknya mendakwa tersangka dengan Pasal KUHP tentang melakukan tindak pidana cabul, melalui suatu tipu muslihat serta tindakan dengan cara melakukan kekerasan maupun ancaman, memaksa dan membujuk korban.

“Dari tuntan kita palaku melakukan pencabulan pada 33 orang yang mayoritas usianya dibawah umur semua,” ungkapnya.


Putusan hakim sendiri lebih ringan dari tuntutan sebelumnya 15 tahun penjara dan denda Rp60 juta. “Akhirnya tersangka telah dijatuhi hukuman penjara selma 14 tahun penjara dan denda sebesar Rp60 juta. Putusan tersebut sudah merupakan keputusan yang sudah ringan,” jelasnya.

Sedangkan, untuk denda sendiri majelis hakim telah memberikan waktu selama tujuh hari terhitung dari digelarnya sidang putusan untuk melakukan pembayaran denda. “Jika hal tersebut tidak terpenuhi, maka tersangka akan ditambah masa kurungannya yakni selama enam bulan,” tandasnya.

Kuasa Hukum Anin, Uus SH mengaku, jika putusan hakim sangat memberatkan terdakwa, karena selama mengikuti sidang sudah memperlihatkan kelakuan baik. “Saya sudah berusaha untuk membantu klien dalam masa tahanan, tapi keputusan hakim berpendapat lain,” ujarnya.

Dalam sidang putusan itu,  Uus mengaku untuk denda sebesar Rp60 juta, pihaknya akan melakukan banding. Mengingat kondisi dari pelaku sendiri merupakan orang yang tidak punya dan hidup sebatang kara. “Dalam sidang putusan kami sangat keberatan sekali dengan denda sebesar Rp60 juta. Makanya, kami akan melakukan banding lagi ke Majelis Hakim,” paparnya.

Sebelumnya Anin ditahan oleh penyidik Polri mulai tanggal 23 Mei 2014  hingga tanggal 11 Juni 2014 di Rutan Cianjur. Masa tahanan diperpanjang oleh Penuntut Umum sejak 12 Juni hingga 21 Juli 2014.

Setelah itu kembali diperpanjang oleh Ketua Pengadilan Agama Negeri Cianjur mulai dari tanggal 22 Juli hingga 20 Agustus 2014. Kemudian diperpanjang lagi oleh Ketua Pengadilan Negeri Cianjur mulai dari tanggal 21 Agustus hingga 19 September 2014. Sedangkan, untuk penuntutan sendiri Anin ditahan oleh JPU mulai dari tanggal 19 September hingga 8 Oktober 2014 di Rutan Cianjur.(riz)