Hari Ini Ahok Punya Wakil

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat

10400_8716_Djarot-Syaiful-Hidayat-Cawa

Rencana pelantikan Djarot Saiful Hidajat sebagai wakil gubernur (Wagub) dipercepat. Awalnya, pelantikan Djarot dijadwalkan pada Kamis (18/12). Namun, akhirnya diputuskan bahwa anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan itu dikukuhkan sebagai Wagub DKI pada hari ini (17/12).

Pelantikan langsung dilakukan Gubernur DKI Basuki T. Purnama (Ahok). Kemarin Djarot mendatangi balai kota untuk melihat persiapan acara. Mulai tempat hingga penentuan waktu. Setelah melihat aula Balai Agung di balai kota, dia meluangkan waktu untuk berbicara dengan awak media. Mantan wali kota Blitar itu menyatakan siap mengikuti pelantikan sebagai Wagub.

Bahkan, dia telah membawa keluarganya dari Blitar untuk turut menyaksikan momen sakral tersebut. Beberapa kerabat dari PDI Perjuangan juga diundang pada acara yang dimulai pukul 13.00 itu. ’’Yang jelas, secara mental dan fisik, saya siap (dilantik jadi Wagub, Red),’’ ujarnya.


Namun, dia sangat menyayangkan karena acara itu tidak bisa dihadiri rekan separtai sekaligus Presiden Indonesia saat ini, Joko Widodo. ’’Tampaknya, Pak Presiden banyak kegiatan. Dia sibuk. Tetapi, mudah-mudahan pengurus DPP (PDI Perjuangan) bisa hadir,’’ jelasnya.

Setelah dilantik, Djarot akan langsung bekerja sebagai pejabat nomor dua di pemprov. Tidak ada pembagian tugas khusus antara dia dan Ahok. Yang jelas, pihaknya berkomitmen mendukung dan membantu Ahok menyelesaikan masalah di Jakarta. Dia menyatakan, keluarganya pun memberikan dukungan yang luar biasa terhadap karir politik barunya yang dimulai hari ini. ’’Istri, anak, dan seluruh keluarga mendukung saya. Sebab, itu adalah wujud pengabdian. Ya, saya jalanin saja,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerja Sama Luar Negeri DKI Muhammad Mawardi mengaku akan mengundang sekitar 200 pejabat di lingkungan pemprov. Jumlah tersebut terdiri atas para kepala SKPD, anggota DPRD DKI, serta beberapa pejabat dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Harapannya, pelantikan yang dipercepat sehari dari jadwal itu membuat pelayanan pemprov semakin baik dengan kehadiran sosok seorang Wagub.

Sebelumnya, Ahok berharap pelantikan Djarot bersamaan dengan mutasi pejabat baru DKI. Namun, kini rencana tersebut dibatalkan. Sebab, ada persoalan yang membuat keduanya dilakukan secara bersamaan. Salah satunya, keterbatasan tempat pelantikan. Selain itu, pihaknya tidak memerlukan banyak dana.’’Acaranya hanya pelantikan dan pengambilan sumpah. Setelah selesai, nggak ada acara khusus,’’ katanya. (fai/oni/c20/any)