Hari Gini Masih Ada Gizbur

GIZI BURUK : Mimin Mintarsih (36) bersama Baum Solihin (2) dan Fitri Agustiani (1) yang menderita giji buruk (gizbur) di rumahnya yang sederhana.
GIZI BURUK : Mimin Mintarsih (36) bersama Baum Solihin (2) dan Fitri Agustiani (1)  yang menderita giji buruk (gizbur) di rumahnya yang sederhana.
GIZI BURUK : Mimin Mintarsih (36) bersama Baum Solihin (2) dan Fitri Agustiani (1)
yang menderita giji buruk (gizbur) di rumahnya yang sederhana.

POJOKSATU-Nasib miris dialami keluarga pasangan Soleh (41) dan Mimin Mintarsih (36) warga Kampung Pasir Panglay RT 03/03, Desa Hegarmanah, Kecamatan Bojongpicung. Dua buah hati mereka yakni Baum Solihin (2) dan Fitri Agustiani (1) menderita giji buruk.
Keluarga itu kini tinggal di rumah panggung berukuran 4 x 3 meter. Soleh harus menafkahi sembilan anggota keluarganya termasuk dua anaknya yang menderita gizi buruk. Penderitaan tak hanya disitu, selain menderita giji buruk, Baum Solihin satu anaknya juga alami bibir sumbing bawaan sejak lahir.
Dikatakan Mimin, selama ini suaminya hanya bekerja jadi pemulung sampah plastik yang tiap hari keliling kampung orang lain. Hasil mencari nafkah suaminya itu tak mencukupi kebutuhan keluarganya sehari-hari, terutama memberi makan dua anaknya.
“Saya diberi tahu jika Baum dan Fitri mengalami gizi buruk setelah mereka dibawa ke Posyandu, kata bu bidan yang memeriksa bahwa berat badan kedua buah hati saya tidak memenuhi kreteria,” ungkap Mimin.
Padahal untuk ukuran bayi seumuran anaknya itu, berat badan minimal 11 kilogram, nyatanya berat badan Baum hanya 7 kilogram dan Fitri 6 kilogram. “Ya dianjurkan pihak Posyandu untuk dibawa RSUD Cianjur agar dirawat lebih lanjut, tapi keadaan ekonomi keluarga saya seperti ini,” ungkapnya.
Meski begitu, dirinya sempat membawa dua balitanya itu ke RSUD Cianjur. Namun tetap saja kondisinya tidak ada perubahan alis tidak sembuh. Sebab bila ingin berat badan normal kembali harus melakukan pemeriksaan secara kontinyu. Hal itu tidak bisa dilakukannya karena faktor ekonomi keluarga. “Jangankan memeriksakan ke rumah sakit, untuk biaya hidup sehari-hari juga pas-pasan,” terangnya.
Iseu Tresnawati (31) tetangga keluarga Soleh membenarkan, bahwa Baum Solihin dan Fitri Agustiani menderita gizi buruk, karena berat badannya terus menurun. Biarpun telah dirawat ke RSUD Cianjur, tapi akibat faktor ekonomi keluarga ini, jadi tidak bisa melakukan pemeriksaan ke RSUD yang biayanya pasti mahal.
“Selama ini yang menjadi keluhkan mereka ongkos berobat terlalu mahal. Mungkin hanya tinggal bisa pasrah melihat kondisi ekonomi yang kurang menunjang,” paparnya.(mat)