Banjir Lalap 7 Ha Sawah

BANJIR : Sejumlah aparatur Desa Babakancaringin Kecamatan Karantengah Cianjur hanya bisa termangu saat bangunan bale desa digenangi air. foto : arif mulyana
BANJIR : Sejumlah aparatur Desa Babakancaringin Kecamatan Karantengah Cianjur hanya bisa termangu saat bangunan bale desa digenangi air. foto : arif mulyana
BANJIR : Sejumlah aparatur Desa Babakancaringin Kecamatan Karantengah Cianjur hanya bisa termangu saat bangunan bale desa digenangi air. foto : arif mulyana

POJOKSATU – Hujan deras yang mengguyur wilayah Cianjur, Selasa (16/12) sore membuat sedikitnya tujuh hektar sawah di Desa Babakancaringin Kecamatan Karantengah Cianjur digenangi air. Tak hanya itu saja, bantaran sungai pun jebol akibat disapu dan terendam air hujan.

Luapan air hujan sendiri datang dari daerah aliran sungai (DAS) Ciheulang atau biasa disebut warga sekitar Bendungan Tujuh yang berada di kawasan Sasak 8 Elo yang kondisinya sudah tua dan jebol.
Kepala Desa Babakancaringin Deni Setiabudi mengatakan, kejadian banjir sekitar pukul 16:10 WIB, setelah hujan besar mengguyur wilayahnya. “Akibat banjir tersebut ada sekitar tujuh hektar lahan sawah milik warga terendam air, dan pematangnya bobol sekitar 1 hingga 2 meter. Akibatnya luapan hujan masuk ke badan jalan, beberapa rumah warga, halaman kantor desa dan lahan pesawahan,” papar Deni kepada Radar Cianjur, kemarin.
Menurut dia, luapan air dari daerah irigasi tersebut baru surut sekitar lima jam, bila tidak ada hujan susulan. Sebab sebelum banjir pertama dan kedua surutnya juga sekitar empat jam lebih. Karena air begitu deras meluap ke bantaran badan Jalan H Agus Muhtar sepanjang 800 meter dari irigasi sampai pemukiman warga.
“Kami berharap segera ada penanganan yang serius untuk memperbaiki pembangunan infrastruktur daerah irigasi yang sudah tidak layak pakai. Khawatir jika ada banjir susulan bisa merugikan hektaran sawah dan kolam warga,” kata H Amin (60) tokoh masyarakat setempat.
Terpisah, anggota DPRD dari Fraksi Gerindra wilayah dapil III, Andri Suryadinata menyesalkan, kurangnya antisipasi dari dinas terkait, atas kondisi banjir di diwilayah tersebut. Dia meminta ada langkah serius dari Pemkab Cianjur, jangan sampai merugikan masyarakat, khususnya petani.
“Mengantisipasi banjir susulan karena bila musim hujan selalu banjir, kejadian seperti ini bukan kali ini saja sudah tiga kali dan belum ada perhatian dari pemerintah kabupaten. Pertama pada Oktober, lalu Kamis (11/12) dan Selasa (16/12). Disayangkan antisipasi dan penanganan terlambat dari dinas terkait sehingga kejadiannya seperti ini,” terangnya.
Diungkapkanya, sebagian besar warga di wilayah tersebut merupakan petani penggarap seperti sawah, kolam, dan petani budidaya ikan. Selain itu, sekitar 75 persen sebagai petani dan buruh tani. Sedangkan sisanya PNS dan pegawai wiraswasta termasuk juga berdagang.
Sementara itu, pemilik lahan sawah yang jebol diantaranya H Amir (60), H Musadad (54), H Amin (70), Piah (50) dan Puad (41). Lalu, air yang masuk ke rumah warga milik, Warlin (65), Wowoh (35), Ojak (55), dan Kantor Desa Babakancaringin setinggi 1 meter. Tercatat, sebagian besar kerugian yang cukup parah dialami warga Kampung Tipar RT 02, RT 03, RT 04 dan RW 02.(mat)