Polisi Melbourne Pantau Tindakan Anti Muslim

POJOKSATU— Insiden penyanderaan yang berakhir di Martin Place, Sydney yang menewaskan tiga I, termasuk penyandera, polisi di Melbourne disiagpolisi in lakembaakan di daerah-daerah umum dan akan menindak keras mereka yang melakukan tindakan terhadap warga Muslim.
Hal tersebut dikatakan oleh Wakil Kepala Polisi Negara bagian Victoria, Tim Cartwright.
“Salah satu hal yang kami akan pantau dengan seksama adalah tindak “balas dendam”, tindakan bodoh yang mungkin terjadi terhadap anggota masyarakat lainnya.”
“Kami sudah berbicara dengan para pemimpin masyarakat dari berbagai kalangan di Victoria. Kami akan terus melakukannya hari ini.”
“Kami akan terus memantau tempat-tempat dimana kemungkinan tindakan bodoh itu akan terjadi.” tambah Cartwright.

Menurut Cartwright, polisi sekarang akan ditempatkan di berbagai pusat perbelanjaan dan juga tempat pertandingan olahraga, khususnya menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Sementara itu, polisi di Sydney sudah mengeluarkan rincian siapa saja yang menderita cedera dalam aksi penyerbuan polisi hari Selasa dinihari.
Polisi mengukuhkan bahwa dua sandera wanita, yang masing-masing berusia 30 dan 35 tahun hamil. Keduanya dalam keadaan stabil di rumah sakit.
Yang lainnya yang juga masih dirawat di rumah sakit adalah tiga orang wanaita masing-masing berusia 75 tahun, 52 tahun dan 43 tahun menderita luka tembakan.
Di tempat lain, beberapa kelompok Muslim di Australia sudah mengeluarkan pernyataan menggambarkan kesedihan mereka atas berakhirnya insiden penyanderaan yang tragis.
Mereka mengatakan bahwa masyarakat muslim berdoa bagi keluarga yang ditinggalkan oleh mereka yang meninggal dalam insiden tersebut.
“Kami berdoa bagi kesembuhan cepat untuk semua yang masih cedera dan mengalami trauma atas insiden ini.” kata Grand Mufti Australia Dr Ibrahim Abu Muhammed.

Pernyataan juga memuji tindakan dan perilaku polisi, para pemimpin politik dan media dalam menangani kasus tersebut.

Sementara itu, ratusan orang akan berkumpul di Brisbane akhir pekan ini guna menunjukkan solidaritas mereka terhadap korban insiden penyanderaan Sydney.
Juru bicara Komunitas Islam Queensland, Ali Kadri mengatakan para pemimpin agama maupun masyarakat lainnya akan berkumpul bersama hari Sabtu malam guna menyalakan lilin dan menyanyikan lagu kebangsaan Australia.
Dia mengatakan ini akan menyampaikan pesan kepada dunia bahwa Australia tetap bersatu.
“Salah satu kualitas terpenting Australia adalah bahwa setiap kali sesudah ada bencana, kami tetap bersatu.”


” Bahkan hari ini di mesjid, ada beberapa orang yang datang membawa bunga dan kartu menyatakan dukungan dari warga non Muslim.”

“Ini adalah kualitas unik warga Australia yang membuat kita menjadi negara besar, dan kita akan menjadi lebih kuat setelah ini.” kata Kadri.