Jepang Lirik Batik Motif Gunung Padang

Gunung_PAdang_dalam11 (2)
Juru Pelihara, Nanang sedang menceritakan sejarah Gunung Padang

POJOKSATU-Meski batik motif Gunung Padang masih dilombakan, namun peminat terhadap batik khas Cianjur itu sudah mulai tampak. Hal itu dikatakan Sekretaris Panitia Lomba Motif Batik Gunung Padang, Saeful Adha, Senin (15/12).

Dikatakan Adha, demikian ia akrab disapa, sudah ada warga negara asal Jepang yang memesan 5 ribu meter kain batik motif Gunung Padang untuk dikirim dan dijadikan pakaian di sana,” ujar Saeful di kantor Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Cianjur.

Adha menambahkan, ketertarikan WNA Jepang terhadap batik motif situs Gunung Padang karena situs itu termasuk warisan leluhur dunia. Selain itu, Batik Cianjuran mulai mengembangkan penggunaan perwarnaan alam.

“Sebelumnya memang pernah ada atase kedutaan besar Jepang yang datang ke sini November 2014 lalu untuk melihat perkembangan dunia koperasi dan batik,” kata Saeful.


Saeful menyebut, sekitar 140 gambar motif batik Gunung Padang karya warga Kabupaten Cianjur sudah terkumpul dan siap dinilai. Nantinya seluruh gambar yang terkumpul tersebut akan dinilai pada 24-26 Desember 2014.

“Untuk pendaftaran sudah ditutup hari ini (kemarin, red). Tapi untuk penyerahan gambar masih bisa diserahkan sebelum 23 Desember 2014,” ujar Saeful.

Menurut Saeful, pelajar paling mendominasi sebagai peserta lomba mulai dari tingkat taman kanak-kanak sampai tingkat sekolah menengah atas. Mahasiswa pun banyak yang menjadi peserta lomba motif batik Gunung Padang.

“Hampir 50 persen pelajar menjadi peserta lomba ini dan mahasiswa 20 persen, dan sisanya kebanyakan ibu-ibu. Semua pesertanya ini dari Kabupaten Cianjur,” ujar Saeful.

Saeful menyebut, juri yang akan menilai karya peserta lomba itu nantikan berasal dari Balai Besar Kerajinan dan Batik Kementerian Perindustrian. Selain itu, penjurian dibantu juga Lembaga Pengkakian Pengembangan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (LP3EM) Hibar.

“Yang menjadi tujuan utama dari lomba ini bukan hadiahnya melainkan menjaga melestarikan batik dan Gunung Padang sebagai warisan leluhur yang harus dijaga bersama khususnya bagi warga Kabupaten Cianjur,” pungkas Saeful.(ruh)