Kisah Maestro Biola; Dijuluki Dewa Biola di Kalangan Seniman

Mustofa menunjukkan biola buatannya. Foto Guruh/pojoksatu.id
Mustofa menunjukkan biola buatannya. Foto Guruh/pojoksatu.id
Mustofa menunjukkan biola buatannya. Foto Guruh/pojoksatu.id

Karya Mustofa yang berkualitas tinggi dan digemari pecinta bola tanah air, membuat dirinya dikenal sebagai dewa biola di kalangan seniman. Biola buatannya tidak kalah dengan biola asli buatan Eropa.

LAPORAN: GURUH PERMADI

Nama Mustofa semakin terkenal sejak buah tangannya dipasarkan ke berbagai daerah di nusantara. Di kalangan seniman dan pemusik, nama Mustofa dan biola buatannya tidak asing lagi. Karena itulah, Mustofa kerap dipanggil sebagai dewa biola.

“Iya, di Bogor saya dipanggil Mustofa dewa biola. Bahkan sebutan itu sudah menyebar hingga ke Bandung, Jakarta dan berbagai kota-kota lainnya,” aku Mustofa.


Mustofa mengaku, ia sendiri tidak tahu bagaimana awalnya ia mendapat sebutan sebagai dewa biola. Ia hanya mengetahui bahwa tiba-tiba saja ia sudah diproklamirkan sebagai dewa biola. Hal itu pun baru ia ketahui dan sadari dari salah seorang pelanggannya yang kerap memesan biola kepadanya.

“Ya mungkin sebutan dewa biola itu ia sebarkan kepada orang lain. Saya sendiri tidak tahu kalau mendapat sebutan dewa biola, kok,” katanya.

Karena semakin dikenal, ia pun lantas mendapat kesempatan mengikuti berbagai event pameran produk UKM. Dari berbagai pameran yang ia ikuti itu pun semakin membuatnya dikenal sebagai pembuat biola yang sangat piawai. Alhasil, pesanan pun terus membanjirinya.

Pada 2004, ingat dia, dalam sebuah event pameran di Bogor, biola hasil karyanya mendapatkan apresiasi yang sangat tinggi dari Dinas Perindustrian dan Perdangan setempat. Hal itu pun lantas membawanya ke berbagai event pameran serupa ke berbagai kota dan tingkat provinsi hingga sampai pula di Jakarta yang dihadiri oleh orang dari berbagai negara.

“Dari pameran itu, pesanan semakin banyak,” ujarnya.
Salah satu pameran yang cukup berkesan, lanjut Mustofa, adalah ketika ia mengikutinya di Jakarta. Ketika itu, beberapa biolanya laku terjual dan dibeli oleh bule setelah sebelumnya dicoba untuk dimainkan sendiri olehnya.

Yang cukup aneh adalah, beberapa biola yang dibeli oleh bule-bule itu ada yang belum dipernis atau masih dalam keadaan warna alami dari bahan kayunya sendiri.

“Iya, ada biola yang belum dicat atau dipernis. Dia langsung membeli tanpa menawar sama sekali dan sangat murah sekali. Dia bilangnya kalau suara biola saya itu sangat bagus meskipun belum dicat,” jelas Mustofa yang seingatnya ketika itu biolanya dihargai Rp5 juta.(**)