Kisah Maestro Biola; Banjir Pesanan, Dirikan Bengkel Biola

Mustofa sedang membuat biola. Foto Guruh/pojoksatu.id
Mustofa sedang membuat biola. Foto Guruh/pojoksatu.id
Mustofa sedang membuat biola. Foto Guruh/pojoksatu.id

Mustofa memutuskan hijrah ke Bogor sejak tahun 2000. Di kota hujan itu, Mustofa juga mulai menerima pesanan pembuatan biola. Ia juga mulai memproklamirkan dirinya sebagai pengrajin dan pembuat biola. Pelan namun pasti, biola buatan Mustofa mendapatkan tempat tersendiri di hati para pemain alat musik buatan negeri Eropa itu.
LAPORAN: GURUH PERMADI

Terdesak keadaan dan ingin memperbaiki kehidupannya agar menjadi lebih baik, Mustofa akhirnya memutuskan hijrah ke Bogor. Alasannya, Cianjur bukanlah pasar yang cukup menjajikan untuk menarik pelanggan atau orang yang mau memesan biola buatannya itu.

“Namanya juga biola. Kan jarang sekali orang yang bisa memainkannya. Kalau di kota besar kan pasti ada,” ujar Mustofa ditemui Radar Cianjur yang kini tinggal di Baros Kaler RT 4 RW 8 Desa Sukataris, Kecamatan Karangtengah, Cianjur.

Keputusannya itu tidak salah. Perlahan namun pasti, biola buatan Mustofa mulai dikenal publik di kota hujan itu. Karena kualitas dan harga yang cukup murah untuk ukuran alat musik biola, tidak heran, ia pun mulai banjir pesanan.


Mustofa mengaku, selama ini ia memang hanya akan membuat biola ketika ada pesanan saja. Itu pun selalu disesuaikan dengan permintaan dan pesanan yang diminta oleh pelanggannya. Baik model, warna, bentuk dan kualitasnya. “Saya buat hanya berdasarkan pesanan saja. Karena memang modal saya juga sangat sedikit,” kata suami Juju Juariyah ini.

Dikatakan Mustofa, semua pelanggan yang sudah memesan biola kepadanya tidak pernah ada satupun yang komplain atau mengeluhkan kualitas dan suara yang dihasilkan dari alat musik gesek buatannya itu.

Karena itu, tidak sedikit pula pelanggannya yang kerap datang untuk kembali memesan biola kepada dirinya. Atau, lanjut dia, konsumennya itu membawa rekan, teman atau keluarganya yang juga ingin memiliki biola buatannya.

“Yang banyak itu malah karena promosi dari mulut ke mulut dari orang yang sudah pernah memesan biola kepada saya dan mengakui kalau biola buatan saya kualitasnya cukup bagus. Saya sendiri tidak pernah melakukan promosi atau pasang iklan segala, kok,” papar Bapak enam anak dan kakek dari delapan cucu ini.

Karena pesanan yang cukup ramai dan kenalan yang semakin luas itu pula, Mustofa akhirnya bekerjasama dengan sesama pengerajin dan pembuat biola dan mendirika sebuah bengkel workshop biola.

“Dari situ, akhirnya kami bertiga bergabung dan membuat bengkel workshop sendiri di Bogor. Pesanan pun semakin banyak,” pungkas dia.(**)