Seratus Warga Tertimbun Longsor di Banjarnegara

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKSATU – Suasana mencekam terjadi di Kabupaten Banjarnegara. Tepatnya di Dusun Jembung, Desa Sampang, Kabupaten Banjarnegara. Sedikitnya, 100 jiwa/orang dari ratusan KK di dusun tersebut tertimbun longsor. Hingga semalam pukul 24.00 WIB, tim evakuasi dari berbagai relawan yang disiapkan Pemkab Banjarnegara belum mampu menembus ke lokasi longsoran.

“100 orang tertimbun longsor di lokasi (Dusun Jembung, Desa Sampang). Sampai sekarang kami belum bisa ke lokasi. Dari sini (tempat posko relawan), masih terdengar suara jeritan minta tolong dari warga Dusun Jembung,” kata Wakil Bupati Banjarnegara Hadi Supeno saat dihubungi Radar Banyumas pukul 23.15.

Hadi mengungkapkan, teriakan itu begitu terdengar dengan jelas dari kejauhan. Di sayup malam yang begitu gulita, tandas Supeno, suara jeritan minta tolong warganya menghentak telinga relawan. Namun, sekali lagi, Supeno dan tim relawan benar-benar tak bisa menjangkau untuk langsung menolong warganya.

“Kami belum bisa berbuat apa-apa. Saat ini, baru bisa memasang lampu soklay (tembak) yang mengarah ke dusun yang luluh lantak,” kata dia semalam dengan suara parau.


“Subuh nanti (dini hari tadi) kami baru bisa sampai ke lokasi. Saat ini, kami masih terhalang bendungan besar yang mendadak muncul akibat longsoran tanah. Padahal itu jalur menuju ke dusun,” katanya.

Supeno sangat berharap, dari 100 orang yang tertimbun itu, masih ada harapan selamat. Bagi dia, keselamatan warga selalu menjadi doa seluruh masyarakat Banjarnegara. “Kami pasrah, tapi kami berusaha,” tambahnya sendu.

Hingga saat ini, kata dia, BPBD baru mengantongi satu orang yang meninggal. (jp/one)