Perpanjangan SIM Tidak Perlu ke Kota Asal

BERJUBEL: Pemohon SIM berdesak-desakan di Alun-Alun Jombang

 

BERJUBEL: Pemohon SIM berdesak-desakan di Alun-Alun Jombang
Ratusan pemohon SIM berdesak-desakan

POJOKSATU – Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) akan memberlakukan sistem online untuk pembuatan dan perpanjangan surat izin mengemudi (SIM) mulai tahun 2015 mendatang.
Sistem ini akan memudahkan masyarakat memperoleh SIM dan menghindari kemungkinan seseorang mempunyai lebih dari satu SIM untuk jenis yang sama atau membuat SIM baru dengan alasan bahwa yang lama hilang.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Kaltim Kombes Pol Rudi S mengatakan, persiapan untuk di wilayah Kaltim khususnya di Balikpapan telah dilakukan. Menurut Rudi, akan diberlakukannya pembuatan dan perpanjangan SIM online karena berbagai faktor yang kurang pas.

“Misalnya ada warga Palembang yang kuliah di Balikpapan, SIM-nya habis masa berlakunya. Kalau dia mau perpanjangkan harus ke Palembang. Nantinya setelah online perpanjang di Balikpapan saja sudah bisa, tidak perlu di kota asal,” terang Rudi saat mengunjungi Mako Satlantas Polres Balikpapan, Jumat (12/12) siang kemarin.


Nantinya setelah diberlakukan SIM online, database setiap pemegang SIM dapat diakses di seluruh Satlantas di Indonesia. Pada prinsipnya dengan diberlakukannya SIM online akan jauh lebih ekonomis untuk masyarakat saat melakukan perpanjangan SIM.

“Nanti akan diawali mungkin di Provinsi Kaltim, misalnya warga Bontang jalan ke Balikpapan habis masa berlakunya, SIM-nya bisa dicetak di Balikpapan. Tidak perlu tunggu kembali dulu ke Bontang,” imbuh Rudi.

Untuk persiapannya, lanjut Rudi, akan diawali dari Korlntas Mabes Polri, sarana dan prasarananya seluruhnya dari Korlantas yang lebih mengetahui. “Nanti dari sana akan diberlakukan di kota provinsi terlebih dahulu seperti di Kaltim berarti di Balikpapan dan Samarinda dulu kemudian menyusul ke daerah lainnya,” beber Rudi.

Untuk persiapan di Satlantas Balikpapan sendiri menurut Rudi, sudah siap, saat ini perangkat SIM yang ada tidak ada masalah, hanya saja perlu nantinya perangkat yang ada lebih dinaikan kemampuannya.

“Semua sudah ada seperti sekarang ini kita juga sudah SIM online tapi ke Korlantas karena databasenya dikirim secara online ke Korlantas, tingga silang ke daerah-daerah saja yang belum. Saat ini, lokakarya sedang diadakan bagi para personel korlantas dan satuan pengelola administrasi SIM (satpas) di polda-polda,” pungkasnya. (pri)