Kapal Pengangkut BBM Meledak

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKSATU – Kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) jenis premium meledak saat bersandar di pelabuhan rakyat Kelurahan Sulla, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Rencananya, KM Cahaya Alam II yang mengangkut 25 ton BBM itu hendak menuju Kabupaten Bombana.

Tidak diketahui persis penyebab ledakan tersebut. Namun, insiden itu mengakibatkan kapal yang berisi puluhan ton minyak tersebut ludes terbakar. Api terus berkobar dan membakar seluruh badan kapal.

Bahkan, api terus berkobar meski berada di atas air laut. Ledakan kapal tersebut membuat badan kapal porak-poranda, bahkan terlempar sampai ratusan meter. Untungnya, konstruksi kapal yang terpental dan masih terbakar tidak mengenai rumah warga di sekitar lokasi kejadian.

Insiden tersebut membuat panik seluruh pegawai depot Pertamina, Kota Baubau. Sebab, lokasi kebakaran hanya berjarak kurang dari 1 mil dari terminal depot Pertamina Baubau yang menjadi pusat penyuplai BBM wilayah Indonesia Timur.


Dua unit pemadam kebakaran yang diterjunkan ke lokasi kejadian tidak mampu memadamkan api yang terus berkobar. Pihak keamanan memasang garis polisi 100 meter dari lokasi kejadian untuk mengantisipasi ledakan susulan.

Nakhoda KM Cahya Alam, M. Hasbi, menyatakan tidak mengetahui persis penyebab terjadinya ledakan itu. Menurut dia, kejadian tersebut begitu cepat. Saat itu dia duduk santai di atas dermaga bersama dua anak buah kapal (ABK)-nya. ”Kejadiannya sekitar 11.30 Wita. Saya tidak tahu kenapa, tiba-tiba langsung meledak,” ujar Hasbi.

Saat kejadian, salah seorang ABK berada di dalam kapal. ABK yang belakangan diketahui bernama Mukwi itu ikut terpental bersamaan dengan ledakan. Nyawanya bisa terselamatkan, namun dia mengalami luka bakar serius dan patah kaki.

Mengetahui rekannya ada di dalam kapal, ABK lainnya dengan dibantu warga sekitar langsung menolong korban. Kini korban ditangani intensif oleh dokter RSUD Baubau.

Kepala Depot Pertamina, Kota Baubau, Petrus Nong Meak menyatakan telah menyiagakan personel untuk berjaga-jaga. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi api yang merembes di lokasi depot. Namun, lanjut dia, kondisi yang terjadi di lapangan dipastikan sulit. Sebab, api menyebar hingga ke lokasi terminal BBM. (war/JPNN/c23/diq)