Sekjen PD Diyakini Bukan Ibas Lagi

Edhie Baskoro Yudhoyono, partai demokrat
Edhie Baskoro Yudhoyono
Edhie Baskoro Yudhoyono
Edhie Baskoro Yudhoyono

POJOKSATU – Sekretaris Fraksi Partai Demokrat (PD) Didik Mukrianto memastikan paling lambat pada Mei 2015 mendatang Partai Demokrat menggelar kongres untuk memilih ketua umum yang baru.

Selain itu sebagai ajang konsolidasi dalam menghadapi pilkada serentak yang dimulai tahun depan, termasuk menguatkan basis suara PD.

“Kalau jadwal kongres memang bulan Mei (tahun depan). Tapi kita akan berusaha agar kongres bisa dipercepat demi menghadapi pilkada serentak yang dimulai 2015 juga. Standingnya kepada kepentingan kader dan rakyat. Dalam konteks inilah konsolidasi penting demi menghindari guncangan,” kata Didik di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (11/12).

Didik mengakui, sebagai kader PD seperti banyak yang juga tetap menginginkan SBY untuk maju lagi sebagai ketua umum DPP PD untuk lima tahun ke depan. Alasannya hanya SBY kader terbaik bangsa di partai ini yang berhasil memimpin Indonesia selama 10 tahun, dan mendapat pengakuan dunia.


”Pak SBY kader terbaik bangsa dan sepuluh tahun berhasil memimpin Indonesia, adalah bukti SBY tidak ada tandingannya. Dengan fakta itu tidak ada satupun kader Demokrat yang memiliki kualifikasi yang bisa menyamai SBY. Untuk mengangkat kembali suara partai yang turun di pemilu kemarin, maka partai ini membutuhkan SBY. Saya rasa tidak akan ada kader yang akan menolak SBY maju dan memimpin kembali partai ini,” tutur Didik dengan nada mantab.

Dia pun mengatakan sangat naif kalau segenap kader PD yang menghadiri kongres nanti menolak untuk memilih SBY kembali sebagai ketua umum, apalagi setelah melihat pencapaiannya selama ini.

”Satu hal yang sudah diketahui seluruh kader PD alasan SBY untuk menjadi ketum lagi adalah kepentingan terbesarnya untuk mengabdi kepada bangsa dan negara,” imbuh Didik.

Didik juga mengatakan, kalau SBY kembali sebagai ketum periode 2015-2020, maka sudah bisa dipastikan sekjen tak akan kembali diduduki putranya sendiri, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas.

”Konfigurasi posisi ketum dan sekjen saat ini tentunya akan menjadi pertimbangan. Kondisi saat itu kan karena keadaan yang memaksa sehingga SBY dan Ibas menjadi ketum dan sekjen. Jadi saya rasa itu tidak akan terjadi lagi,” ungkap Didik. (ind)