Sebut Kepala Bandara Goblok, Giliran Jonan Dicap Gila

Menteri Pariwisata Arif Yahya (kiri) memberikan penghargaan kepada Menteri Perhubungan Ignasius Jonan (kanan) pada acara Markplus Conference 2015 di Jakarta, Kamis (11/12). Jonan mendapat penghargaan Indonesia Marketing Champion 2014 Transportation yang ketika itu menjabat Direktur Utama PT Kereta Api. Foto: Ricardo/JPNN.com
Menteri Pariwisata Arif Yahya (kiri) memberikan penghargaan kepada Menteri Perhubungan Ignasius Jonan (kanan) pada acara Markplus Conference 2015 di Jakarta, Kamis (11/12). Jonan mendapat penghargaan Indonesia Marketing Champion 2014 Transportation yang ketika itu menjabat Direktur Utama PT Kereta Api. Foto: Ricardo/JPNN.com
Menteri Pariwisata Arif Yahya (kiri) memberikan penghargaan kepada Menteri Perhubungan Ignasius Jonan (kanan) pada acara Markplus Conference 2015 di Jakarta, Kamis (11/12). Jonan mendapat penghargaan Indonesia Marketing Champion 2014 Transportation yang ketika itu menjabat Direktur Utama PT Kereta Api. Foto: Ricardo/JPNN.com

POJOKSATU – Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengakui keberhasilan kinerja Ignasius Jonan dalam membawa perubahan pada ‘wajah’ PT Kereta Api Indonesia (KAI) menjadi lebih baik. Bahkan, Arief menyebut Jonan adalah ‘orang gila’.

Peryataan Arief ini dilandasi dengan strategi marketing yang dijalankan Jonan selama memimpin KAI.

“Saya tidak perlu speech untuk orang ini (Jonan), karena ini orang gila di Indonesia. Jonan sangat baik dalam membawa KAI dan dia juga sahabat saya,” ungkap Arief dalam acara Markplus Conference 2015 di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis (11/12).

Menurut Arief, Jonan berhasil menjalankan paradoks marketing yang luar biasa, yang pada akhirnya bisa membawa keberhasilan.


“Jadi harus dipilih CEO setengah gila itu, dia gunakan paradoks marketing yang luar biasa,” puji Arief.

Mantan Dirut PT Telkom ini lantas merendah, seharusnya tahun lalu kata dia, Jonan yang pantas mendapatkan penghargaan Marketeer Of The Year (MOTY) 2014, bukan dirinya.

“Tahun kemarin seharusnya jatuh ke Jonan, dia yang lebih pantas, ketika itu dia sangat jago membawa KAI,” paparnya.

Sebelumnya Jonan juga menyebut kepala bandara goblok bila Stasiun Pasar Senen lebih rapi ketimbang bandara. Kata dia, pelayanan dan kenyamanan justru harus lebih baik dibanding dengan stasiun kereta. [Baca: Menhub Jonan Sebut Kepala Bandara Goblok]

“Kalau Stasiun Pasar Senen bisa lebih rapi daripada bandara, berarti kepala bandaranya yang goblok. Karena apa, di Stasiun Senen itu sangat sulit ngatur orangnya, ngasih tahu orang untuk pakai sandal saja susahnya setengah mati. Jadi maksudnya saya apa? Kalau Stasiun Senen bisa dirubah, masa bandara nggak bisa,” cibir Jonan. (chi/awa/jpnn)