Inilah Dirut Garuda Pengganti Emirsyah Satar

Arif Wibowo berfoto bersama Walikota Surabaya Walikota Surabaya Tri Rismaharini (kiri) dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas
Arif Wibowo berfoto bersama Walikota Surabaya Walikota Surabaya Tri Rismaharini (kiri) dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas
Arif Wibowo berfoto bersama Walikota Surabaya Walikota Surabaya Tri Rismaharini (kiri) dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas

POJOKSATU–Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) menetapkan CEO PT Citilink Indonesia, Arif Wibowo, sebagai Dirut PT Garuda Indonesia. Arif ditunjuk menggantikan Emirsyah Satar yang mengundurkan diri karena dinilai punya prestasi cemerlang di Citilink.

“Citilink berkembang di bawah Pak Arif. Sekarang bisnis Citilink sudah besar lho, bahkan setara dengan beberapa maskapai domestik lain yang sudah beroperasi lama. Jadi dia pilihan tepat,” kata Dirut Garuda sebelumnya, Emirsyah Satar.

Apalagi, lanjut Emir, Arif bukan orang baru di Garuda, sehingga pengembangan Garuda Indonesia dapat terus dilanjutkan. “Sukses itu kan perjalanan, it’s a journey. Beliau orang dalam sehingga kesinambungan dapat diteruskan. Saya yakin Pak Arif mampu,” ujarnya.

Arif bukan orang asing di Garuda Indonesia. Dia memulai karir dari bawah sebagai teknisi di awal dekade 90. Selanjutnya, karir Arif mulai menanjak menjadi manajer, general manager sampai akhirnya menjadi executive vice president marketing and sales Garuda. Saat Garuda Indonesia memutuskan melakukan spin off terhadap Citilink pada 2012, Arif ditunjuk untuk menjadi pilot maskapai yang berada di segmen low cost carrier (LCC) tersebut.


Menduduki kursi CEO Citilink Indonesia pada Agustus 2012, anak usaha Garuda itu hanya mempunyai sembilan pesawat, lima di antaranya merupakan hibah dari induk perusahaan.

Meski kala itu sudah banyak kompetitor yang menguasai pasar penerbangan murah, Arif tak gentar. Dengan beragam inovasi, Citilink mulai mengembangkan diri. Menyadari pasar Indonesia adalah kelas menengah yang didominasi generasi muda, Arif memberikan kesan muda kepada maskapai yang dipimpinnya.

Kerja Arif membuahkan hasil. Selama periode Januari-September 2014, Citilink menerbangkan sebanyak 5,4 juta penumpang. Jumlah ini naik lebih dari 100 persen dibandingkan jumlah penumpang periode sama tahun lalu.

Dari sisi keuangan, saat maskapai lain masih tertekan, Citilink berhasil membukukan laba bersih sebesar US$ 3,8 juta atau setara Rp 45,98 miliar pada pada kuartal III 2014. Bahkan, Garuda yang merupakan induk usaha Citilink merugi US$ 219,54 juta atau sekitar Rp 2,65 triliun. Padahal di periode sama tahun sebelumnya, Citilink menderita rugi US$ 5,6 juta atau Rp 67,76 miliar.

Peralihan tongkat estafet dari Emir ke Arif bukan hal baru. Tahun lalu, melalui rapat anggota yang digelar di Surabaya, Arif juga terpilih menggantikan Emirsyah menjadi Ketua Umum Asosiasi Maskapai Nasional Indonesia (INACA).

Menggantikan Emir di INACA, Arif sejauh ini cukup vokal menyuarakan aspirasi maskapai kepada pemerintah untuk dapat bersaing dalam ASEAN Open Sky yang akan dimulai tahun depan. (one)