Anies Sebut Doa Tak Dilarang, Tapi…

Mendikbud, Anies Baswedan
Mendikbud, Anies Baswedan
Anies Baswedan (Angger Bondan/Jawa Pos/pojoksatu.id
Anies Baswedan (Angger Bondan/Jawa Pos/pojoksatu.id

POJOKSATU – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mendapat kritikan dari para ulama dan kalangan dunia pendidikan pasca mewacanakan aturan doa di sekolah. Tak mau wacana itu terus jadi kontroversi, Anies buru-buru menyatakan tak akan melarang siswa berdoa di sekolah.

Anies mengaku tak pernah melarang siswa berdoa sebelum memulai pelajaran. Justru, dirinya sedang mengkaji beberapa hal rutin yang perlu dibiasakan pada peserta didik, seperti, membaca buku bersama, menyanyikan lagu-lagu cinta tanah air, berdoa, piket kelas, olah raga dan rutinitas lain yang baik.

Menurut Anies, hal ini bertujuan untuk membentuk kebiasaan yang baik untuk anak didik sejak dini. “Tidak benar saya melarang (berdoa). Ini lagi fokus Kurikulum 2013, kok malah dikatakan menghapus doa di sekolah. Kata siapa saya melarang doa? Ada-ada aja, ” ujar  Anies.

Menanggapi ramainya pemberitaan mengenai dirinya yang diberitakan melarang doa di sekolah, Anies dengan tegas nyatakan berita tersebut sama sekali tidak benar.  Justru, Mendikbud ingin agar kegiatan sekolah memulai hari pelajaran dengan  membaca doa dan menutup hari belajar juga dengan doa.


“Adapun isi doa sedang kami konsultasikan kepada Kementerian Agama. Kami sedang menunggu tindak lanjut dan rekomendasi dari Kementerian Agama,” kata Anies. (one)