Ketua Fraksi PKB Tersangka Baru Kasus Suap

Sejumlah petugas dari Ditreskrimsus saat menggeledah Kantor Dinas PU Kapuas terkait pengembangan kasus operasi tangkap tangan (OTT) suap RAPBD Kapuas, Senin (8/12). Foto: Kalteng Pos/JPNN/pojoksatu.id
Sejumlah petugas dari Ditreskrimsus saat menggeledah Kantor Dinas PU Kapuas terkait pengembangan kasus operasi tangkap tangan (OTT) suap RAPBD Kapuas, Senin (8/12). Foto: Kalteng Pos/JPNN/pojoksatu.id
Sejumlah petugas dari Ditreskrimsus saat menggeledah Kantor Dinas PU Kapuas terkait pengembangan kasus operasi tangkap tangan (OTT) suap RAPBD Kapuas, Senin (8/12). Foto: Kalteng Pos/JPNN/pojoksatu.id

POJOKSATU – Tersangka suap RAPBD Kapuas bertambah. Sebelumnya, Direskrimsus Polda Kalteng telah menjerat lima anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kapuas sebagai tersangka. Mereka adalah Ketua DPRD Kapuas Mahmud Iip Syafruddin, Wakil Ketua DPRD Kapuas Timotius Mahar, Ketua Fraksi Amanat Rakyat Rony S Rambang, Ketua Fraksi PPP Tommy, Ketua Fraksi Gerindra Epok Baharudin Mating.

Kabar terbaru, ada penambahan tersangka baru yakni Ketua Fraksi PKB H Zainal Makmur. Diketahuinya penetapan Zainal Makmur sebagai tersangka berdasarkan surat pemanggilan Edy Fahriansyah sebagai saksi dugaan suap dengan tersangka Zainal Makmur.

“Saya dipanggil berdasarkan laporan polisi; LPK/K/XII/2014/SPKT tertanggal tertanggal 2 Desember tentang tindak pidana korupsi, yaitu menerima pemberiaan dalam bentuk uang suap atas nama TSK H Zainal Makmur,” kata Edy Fahriansyah kepada Kalteng Pos (Grup pojoksatu.id), Selasa (9/12) pagi.

Edy mengaku belum memenuhi panggilan pihak Polda Kalteng, karena menurut dia pemanggilan anggota DPRD yang tidak tertangkap OTT harus seizin atau ada surat izin dari gubernur.


“Karena itu tidak ada, saya belum memenuhi pemanggilan itu,” tandas Edy.(art/jpnn)