Kabur dari Rutan, Napi Tewas Gantung Diri

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi
POJOKSATU – Tahanan Rumah Tahanan Lubuksikaping ditemukan tewas gantung diri di sebuah rumah kosong di Kampung Taji, Kecamatan Lubuksikaping, Kabupaten Pasaman sekitar pukul 12.45, kemarin (8/12). Tahanan bernama Erik Satria (30), warga Kampung Taji itu, Minggu (7/12) pukul 18.00 dilaporkan kabur dari Rutan Lubuksikaping.

Aksi bunuh diri tersebut membuat geger warga Lubuksikaping. Dia diduga mengakhiri nyawanya Senin (8/12) subuh. Belum diketahui jelas apa penyebab pria tersebut nekat mengakhiri nyawanya dengan seutas tali. Namun pihak rutan menduga kalau dia memilki masalah pribadi yang sulit diselesaikannya.

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres (Grup pojoksatu.id), Erik Satria merupakan terpidana kasus perampokan. Dia divonis hakim 5 tahun penjara. Pihak rutan dibantu Polres Pasaman melakukan pencarian terhadap Erik Satria. Dia dikabarkan menginap di salah satu hotel di Pasaman, namun setelah digerebek, Erik tidak ditemukan di kamar hotel. Hanya seorang wanita yang ditemukan dan mengaku sebagai istri.

“Kami menggerebek pagi kemarin (Senin, red). Namun ia tidak di tempat, wanita di dalam kamar menyebut, kalau Erik pulang ke rumah orangtuanya,” sebut Kepala Rutan Lubuksikaping Noviardi.


Noviardi membenarkan kalau Erik kabur dari rutan Minggu sore sekitar pukul 18. 00. Pihak rutan mempercayainya untuk bekerja di sebuah tempat cucian yang berada di sebelah rutan. Namun entah apa penyebabnya, dia nekat kabur dan ditemukan tewas gantung diri.

“Erik divonis 5 tahun penjara. Bahkan ia sudah menjalani hukuman selama 2,5 tahun. Itu artinya hukumannya tinggal separuh lagi,” terang Noviardi.

Noviardi mengatakan, Erik termasuk salah satu tahanan yang baik dan ramah, terutama di mata petugas rutan. Bahkan ia termasuk salah satu terpidana yang rajin bekerja.

“Dugaan kami, mungkin dia ada masalah keluarga sehingga berbuat nekat. Selama ini dia termasuk tahanan yang baik,” terangnya.

Wakapolres Pasaman, Kompol Sihana mengatakan, pihaknya sudah melakukan oleh TKP. “Kuat dugaan tahanan ini murni bunuh diri,” tukas Kompol Sihana.

Sebelumnya pada 30 November lalu, aksi bunuh diri juga terjadi di Sungaipimpiang, Kecamatan Padanggelugur. Seorang peternak ikan bernama Ishak, 35, warga setempat juga nekat mengakhiri nyawanya. Dia diduga stres karena tambak ikan miliknya hancur dihantam banjir dan mengalami kerugian ratusan juta rupiah. (wni/jpnn)