Banyak Kampus ‘Ruko-ruko’, Gubernur Resah

ilustrasi:dok/jpnn.com
ilustrasi:dok/jpnn.com
ilustrasi:dok/jpnn.com

POJOKSATU-Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang hanya mengandalkan ruko atau rumah toko untuk menerima mahasiswa baru semakin meresahkan. Untuk itu, Kopertis Wilayah IX Makassar akan lebih serius membersihkan kampus ‘ruko-ruko’ di Sulawesi Selatan.

Koordinator Kopertis Wilayah IX Makassar, Prof Dr Ir Andi Niartiningsih MP, mengatakan pihaknya akan memperketat pendataan berikut laporan kegiatan PTS di Sulsel. Bahkan dalam waktu dekat, Kopertis IX akan mengumpulkan pimpinan PTS se-Sulsel. Selain membahas masalah Kampus Ruko-ruko ini, pertemuan itu juga untuk peningkatan kualitas pendidikan dalam rangka memperbaiki Sumber Daya Manusia (SDM) ke depan.

“Rencananya, pertemuannya Januari. Tapi untuk waktu tepatnya dan tempatnya, baru mau dibicarakan,” kata Niartiningsih, usai bertemu Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (9/12).

Ia mengungkapkan, pertemuan tersebut untuk menindaklanjuti instruksi Gubernur Sulsel, yang mengaku resah dengan banyaknya PTS “ruko-ruko”, yang tidak aktif melakukan proses perkuliahan. Sehingga, gubernur akan memotivasi pimpinan PTS agar melaksanakan proses pendidikan sebagaimana seharusnya.


“Selama ini kami telah melakukan pengawasan. PTS wajib melaporkan kegiatannya ke pusat pangkalan data perguruan tinggi kopertis. Yang terlambat melaporkan, diberi teguran tapi pembinaan juga tetap jalan,” terangnya.

Ia menambahkan, koordinasi tetap berjalan antara PTS dan kopertis. Data yang ada di pusat pangkalan perguruan tinggi kopertis juga sudah bisa diakses oleh siapa saja. “PTS harus menyampaikan laporannya secara berkala,” imbuhnya.

Sementara, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, sebuah negara hanya bisa maju jika didukung oleh sains, riset dan teknologi. Ketiga hal ini hanya bisa dilakukan jika perguruan tinggi menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya.

“Kalau perguruan tinggi gagal menciptakan sumber daya manusia yang menguasai sains, riset, dan teknologi, maka kita tidak akan bisa apa-apa,” pungkasnya.(fat)