Akhirnya, Ahok Pilih Djarot

Wagub Djarot, Kongres PDIP, Bali
Wagub DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat.

JAKPUS–Setelah beberapa kali pertemuan, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memperoleh kesepakatan dengan PDIP soal nama Wagub. Djarot Saiful Hidayat dipastikan bakal menjadi orang nomor dua di Jakarta menggeser nama Sarwo Handayani yang selama ini santer dipilih Ahok sebagai calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta.

Hari ini Ahok akan mengusulkan nama mantan bupati Blitar itu kepada presiden melalui Kementerian Dalam Negeri. ’’Tadi, saya sudah dihubungi (Megawati). Senang aja Ibu Mega memilih Pak Djarot,’’ ujar Ahok –sapaan Basuki Tjahaja Purnama– di balai kota Selasa (2/12).

Sebelumnya, dia mengajukan tiga nama cawagub kepada Megawati. Selain Djarot, dua nama yang diajukan adalah mantan Wakil Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono dan Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUP2) Sarwo Handayani. Setelah tiga hari menunggu, Ahok akhirnya mendapat jawaban dari Megawati untuk memilih Djarot sebagai pendampingnya.

Setelah mendapat pemberitahuan secara lisan, Ahok kini tinggal menunggu keputusan resmi dari PDI Perjuangan yang diterbitkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Nanti DPP PDI Perjuangan menerbitkan keputusan kepada Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan DKI. Selanjutnya, keputusan itu ditembuskan kepada Ahok. ’’Kan tadi (kemarin) lewat lisan saja. Kata Ibu (Megawati), DPP secepatnya menerbitkan keputusan,’’ katanya.


Lantas, bagaimana nasib Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Boy Bernadi Sadikin yang sebelumnya sering didorong menjadi Wagub? Menurut Ahok, Megawati telah menjelaskan hal itu. Yakni, anak mantan gubernur DKI Ali Sadikin tersebut tidak berminat menjadi orang nomor dua di ibu kota. Hal itu sesuai dengan pernyataan Boy bahwa dirinya mau menjadi Wagub bila ditugaskan DPP dan diterima sepenuh hati oleh Ahok.

Selain itu, Megawati menjelaskan, PDI Perjuangan segera menghubungi mantan Wali Kota Blitar tersebut soal keputusan itu. Namun, Ahok menolak menjawab pertanyaan apakah sudah membicarakan persoalan itu dengan Djarot. Pihaknya hanya menyatakan telah mengenal Djarot sebagai politisi yang sukses dalam membangun Blitar. Bahkan, Djarot dinobatkan sebagai salah seorang wali kota terbaik di Indonesia. ’’Artinya, pengganti Pak Jokowi orang juga lah. Karakter Pak Jokowi dan Pak Djarot sama, santai dan suka blusukan,’’ ungkapnya. (fai/pjk)