POJOKSATU.ID - Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa pemerintah bekerja sejak pagi hari untuk memastikan seluruh program pangan nasional berjalan secara efektif dan tepat sasaran.

Hal tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, pada Selasa, 23 Desember 2025.

Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas mengatakan, pemantauan langsung di lapangan menjadi langkah penting agar kebijakan yang telah dirancang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya petani dan nelayan.

Baca Juga: Belum Aktivasi Coretax? ASN Wajib Siapkan 5 Hal Ini Sebelum Akhir 2025

“Kami bekerja dari jam 06.00 setiap hari ini jalan terus. Turun ke lapangan, mengecek satu per satu program agar semuanya berjalan sungguh-sungguh,” ujar Zulhas, dikutip pojoksatu.id dari kompas.com.

Menurutnya, pengawasan tidak hanya dilakukan melalui laporan administratif, melainkan dengan melihat langsung kondisi di lapangan.

Dengan cara tersebut, pemerintah dapat mengetahui persoalan riil yang dihadapi masyarakat sekaligus memastikan program berjalan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Heboh Prabowo Sebut Siap Mati untuk Rakyat Indonesia adalah Kehormatan

Zulhas menjelaskan bahwa pemantauan mencakup berbagai sektor strategis pangan.

Mulai dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), distribusi pupuk bersubsidi, perbaikan dan rehabilitasi irigasi, hingga pengembangan kampung nelayan serta sektor perikanan tangkap dan tambak.

“Kita cek dapur MBG, kita cek pupuk, irigasi, kampung nelayan, ikan tangkap, sampai tambak. Semua kita monitor supaya program ini benar-benar meningkatkan pendapatan rakyat,” katanya.

Baca Juga: UMP Banten 2026 Naik 6,74 Persen, Gubernur Andra Soni Tetapkan Upah Rp3,1 Juta

Ia menegaskan bahwa seluruh kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menekan biaya hidup masyarakat.

Dengan produksi pangan yang stabil dan distribusi yang lancar, pemerintah berharap kesejahteraan petani dan nelayan dapat meningkat secara berkelanjutan.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Menko Pangan juga meninjau langsung Bendung Irigasi Siwatu di Purworejo.

Baca Juga: Gubernur Banten Perintahkan Penanganan Cepat Banjir Padarincang

Bendung ini melayani sekitar 960 hektare lahan pertanian dan telah direhabilitasi melalui Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 dengan anggaran mencapai Rp1,9 miliar.

Zulhas menilai keberadaan infrastruktur irigasi yang memadai menjadi kunci dalam menjaga produktivitas pertanian, terutama di tengah tantangan perubahan iklim.

Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong percepatan perbaikan irigasi di berbagai daerah.

Baca Juga: Update Terbaru Korban Jiwa Banjir Sumatera, Meninggal 1.129 Orang, Hilang 174 Orang

“Kita tidak mau hanya laporan. Kita lihat langsung, kita dengar langsung dari petani dan nelayan,” tegasnya.

Dengan pendekatan tersebut, Zulhas berharap seluruh program pangan pemerintah benar-benar berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan pendapatan masyarakat serta ketahanan pangan nasional dalam jangka panjang.***