POJOKSATU.id, JAKARTA – Yudo Andreawan pria asal Bontang Kaltim ini memang terobsesi banget dengan drg Paras Relita sampai nekat buat grup WhatsApp (WA) berisi 300 orang.

Sebagai admin grup, Yudo Andreawan menjadikan teman-temannya sebagai anggota. Dan salah satu postingannya memberitahukan bahwa dia akan menikah dengan drg Paras Relita.

Postingan di grup WA Yudo ini pun akhirnya berujung perkelahian atau penganiayaan oleh Yudo kepada salah satu rekannya bernama Reinhard Richard.

Laporan Reinhard ini juga menjadi salah satu yang dilidik Polda Metro Jaya terkait kasus yang menjerat Yudo, disamping keonaran di Stasiun Manggarai.

Baca Juga :

Terungkap, Yudo Andreawan Anak Siapa, Ini Nama Ayah dan Tanggapan Soal Kelakuan Yudo

Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Yuliansyah mengatakan awalnya Yudo membuat grup yang beranggotakan 300 orang.

Di dalam grup itu, Yudo menyampaikan dirinya hendak menikah dengan drg Paras. Padahal kenyataannya tidak ada atau hanya hayalan dari Yudo saja yang terobsesi dengan drg Paras.

Salah satu anggota grup yang juga teman Yudo, Reinhard, merasa risih atas tingkah Yudo tersebut.

Dia memutuskan meninggalkan grup tersebut, tapi berulang kali dimasukkan lagi oleh Yudo dan berulang kali pula korban keluar dari grup.

Keluarnya Reinhard membuat Yudo kesal dan marah hingga memaki korban di grup.

Makian Yudo kemudian dilaporkan salah satu anggota grup kepada korban yang memang sudah keluar dari grup.

“Sampai kelima kali, pelaku ini memaki-maki atau membuat pernyataan yang menghina pelapor di dalam grup tersebut," ujar Kompol Yuliansyah, Jumat (14/4).

Karena sudah telanjur risih, korban dan Yudo akhirnya berjanji di sebuah mal di kawasan Jakarta Pusat.

Saat itu terjadi perselisihan di antara keduanya. Korban mengaku dipukul, ditendang, dicakar, hingga diludahi Yudo Andreawan.

“Sempat dipisah sekuriti dibawa ke pos. Di pos terjadi lagi, si korban dilempar gelas, dicakar dan diludahi. Setelah itu korban melapor ke Polda Metro Jaya," imbuhnya.

Yudo Suka Teriak di Teras Rumah


Warga Jalan Gunung Malabar Kompleks BSD Bontang Kaltim ini memang cukup dikenal tempramental sejak 2022 lalu.

Akibatnya kini banyak tetangga yang takut untuk berkomunikasi dengan Andreawan.

“Karena kadang tiba-tiba ngamuk. Jadi malas. Kalau meresahkan itu pasti. Karena kadang teriak-teriak di depan rumahnya,” terang salah satu tetangga Yudo yang tak ingin disebutkan namanya, Jumat (14/4/2023).

Keresahan ini sempat dikeluhkan ke orang tua Andreawan. Hanya saja kurang mendapat respon positif dari keluarga.

“Ada yang ngeluh. Cuman orang tuanya itu, merasa Andre itu pintar dan bisa selesaikan masalahnya sendiri,” katanya.

“Dia ngamuk bukan karena sakit mental, tapi karena ada pemicunya kata dia (Ortu Yudo). Jadi bapaknya itu malah benarkan anaknya,” ungkap tetangga Yudo Andreawan di Bontang Kaltim ini.(ikror/pojoksatu)