Yenny Wahid jadi Cawapres Anies Baswedan Bisa Menang Banyak dari NU dan Gusdurian, AHY Dicoret ?


POJOKSATU.id - Sejumlah nama dikabarkan jadi kandidat cawapres Anies Baswedan di Pilpres 2024 mendatag. Terbaru ada nama Yenny Wahid.

Putri almarhum Gus Dur itu pun dinilai bisa membawa banyak keuntungan bagi Anies Baswedan.

Pasalnya Yenny Wahid diyakini bisa menutupi kelemahan capres Partai Nasdem itu.

Diantaranya basis massa yang dimiliki Yenny Wahid di Jawa Timur dan Jawa Tengah, sekaligus basis massa dari warga Nahdliyin dan Gusduria.

Apakah ini berarti sudah tak ada lagi nama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY sebagai kandidat kuat cawapres Anies Baswedan?

 

Titik lemah Anies Baswedan


Masuknya nama Yenny Wahid dalam bursa bakal cawapres diyakini bisa membukakakn pintu kemenangan bagi Anies Baswedan di Pilpres 2024 mendatang.

Peneliti Senior Surabaya Survey Center (SSC) Surokim Abdussalam menyatakan, ada sejumlah keuntungan yang diyakini bisa diberikan Yenny Wahid kepada Anies Baswedan jika keduanya berpasangan.

BACA JUGA: 10 Nama Bakal Cawapres Ganjar Pranowo, Politisi PKS Masuk, AHY Digantikan Ridwan Kamil ?

Pertama, kekuatan Yenny Wahid di Jawa Timur yang selama ini jadi titik lemah Anies.

Kedua, Yenny juga berasal dari kalangan Nahlatul Ulama atau NU yang memang memiliki akar kuat di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Dengan demikian Anies cuma perlu memperkuat dukungan suara di basis pemilihan lainnya. Salah satunya adalah Jawa Barat.

“Sejauh ini memang nama Mbak Yenny berada di peringkat tengah (sebagai kandidat cawapres). Tetapi ceruk Mbak Yenny ceruk milenial, Nahdliyyin dan gen Gus Dur,” ujar Surokim, Kamis 29 Juni 2023.

Menurut Surokim, jika menilik pada faktor itu, bisa jadi nama Yenny lebih kompetif sekaligus alternatif karena selama ini memang Yenny dikenal sebagai sosok yang independen.

BACA JUGA: Survei Trust Indonesia : Ada 3 Figur yang Layak Jadi Cawapres, Tertinggi Sandiaga dan AHY

"Tokoh independen yang mungkin bisa komunikasi dengan lintas partai, termasuk mungkin untuk bisa diterima oleh koalisi,” jelasnya.

Selain tokoh NU, Yenny juga dikenal sebagai tokoh politik muda yang dekat dengan kaum milenial.

“Ini sebuah terobosan karena yang disasar kan pemilih mudanya itu dan saya kira Mbak Yenny kompetitif di segmen suara itu,” katanya.

Keuntungan lain yang bisa didapat Anies adalah Yenny bisa menggaet suara dari kalangan perempuan.

Selain Yenny Wahid, sosok perempuan lain yang juga berpotensi mendamping Anies Baswedan adalah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

BACA JUGA: Anies Bertemu Ganjar di Makkah, Anak Buah Surya Paloh : Sejuk

"Dari kalangan Nahdliyin, calon dari kalangan perempuan yang potensial sejauh ini antara Bu khofifah dan Mbak Yenny,” tandasnya.

 

Lemah di wilayah lain


Meski Yenny Wahid dan Khofifah Indar Parawansa cukup menjanjikan bagi Anies Baswedan, bukan berarti keduanya tidak memiliki kekurangan.

Salah satunya adalah elektabilias keduanya yang hingga saat ini masih cukup kecil, kalah dengan sejumlah kandidat lainnya.

Baik Yenny maupun Khofifah diketahui sama-sama tokoh NU dan juga sama-sama berasal dari Jawa Timur.

Sayangnya, keduanya dianggap masih tidak cukup kuat untuk mendongkrak suara dukungan dari provinsi lainnya.

BACA JUGA: Pertemuan Puan-AHY, Satu Peluru Nasdem dan Anies Baswedan Kena Langsung Terkapar

"Mencawapreskan Yenny dan Khofifah untuk mendampingi Anies kemungkinan basis dukungannya akan optimal di Jawa Timur saja, namun melemah di provinsi-provinsi yang lain, terutama di luar Jawa,” ujar Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) Ahmad Khoirul Umam.

Hal lain yang membuat kans keduanya cukup berat adalah restu dari partai koalisi.

Yakni Partai Nasdem, Partai Demokrat dan PKS yang tergabung dalam Koalisi Perubahan.

Demokrat dan PKS sendiri sama-sama sudah mengajukan sejumlah nama-nama kandidat cawapres Anies Baswedan.

Namun baik Yenny maupun Khofifah, seperti diketahui bersama, bukanlah kader dari ketiga parpol tersebut.

 

AHY dikalahkan Sandiaga Uno


Sementara, berdasarkan hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), mengungkap temuan lain.

Dalam survei itu, Anies Baswedan berpeluang meraup suara cukup banyak jika dipasangkan dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

“Yang kompetitif untuk menjadi Cawapres Anies adalah Sandiaga Uno dan AHY,” ujar Saiful Mujani, dalam rilis survei terbaru, pada Kamis 29 Juni 2023.

BACA JUGA: Ridwan Kamil Pamit Usai Salat Iduladha di Masjid Al Jabbar, Fix Maju Cawapres Pilpres 2024 

Survei tersebut mencatat, Anies mendapat dukungan sebanyak 21,9 persen jika dipasangkan dengan Sandiaga Uno.

Sementara jika dipasangkan dengan AHY, suara dukungan kepada Anies mencapai 16,7 persen.

Sayangnya, Saiful menilai sepertinya Sandiaga Uno sulit berpasangan dengan Anies jika menilik pada perkembangan politik kekinian.

Dimana saat ini Sandiaga sudah memutuskan bergabung dengan PPP yang memutuskan berkoalisi dengan PDIP mengusung Ganjar Pranowo sebagai capres di Pilpres 2024.

Hal itu pula yang membuat peluang Sandiaga Uno jadi cawapres Anies pun menjadi hal yang cukup mustahil.

Di sisi lain, AHY dan Sandiaga Uno juga masuk dalam daftar 10 nama bakal cawapres Ganjar Pranowo yang diumumkan PDIP.

Bahkan AHY sudah melakukan pertemuan dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan sama-sama mengsinyalkan akan menjalin kerja sama.

Jadi, siapa yang akan mendampingi Anies Baswedan sebagai cawapres di Pilpres 2024? (Guruh/Pojoksatu)