POJOKSATU.id, JAKARTA-- Yayasan Lestari Budaya Indonesia deklarasi peduli budaya dan seni rohani di Jakarta, Selasa (8/8/2023). Deklarasi bertujuan untuk fokus mengembangkan budaya dan rohani di seluruh Indonesia.
"Organisasi ini secara umumnya akan bicara tentang budaya dan rohani, kami semua berharap yayasan kami menjadi berkat untuk bersatu membangun bangsa Indonesia cinta rakyat," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Yayasan Lestari Budaya Indonesia Sem Makaluase, Rabu 9 Agustus 2023.
Menurut Sem, dalam mengembangkan seni budaya dan rohani, pihaknya akan melakukan kerjasama dengan organisasi lainnya.
Baca Juga: MA Pangkas Hukuman Putri Candrawathi Sampai Setengah, Pakar Hukum Tak Habis Pikir
Hal ini bertujuan sebagai ikhtiar pihaknya dalam mengembangkan Yayasan Lestari Budaya Indonesia ke depannya.
"Kedepannya dari sisi rohani kita mau menjalin kerjasama antar umat beragama, kami bersatu kepada semua agama, kita tidak terkotak-kotak, kita sebagai anak bangsa harus memiliki perasaan yang luhur dalam membangun bangsa Indonesia," ujarnya.
Sem berharap pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud) untuk mendukung langkah-langkah yang akan dilakukan oleh Yayasan Lestari Budaya Indonesia dalam mewujudkan kedamaian di tengah masyarakat.
Baca Juga: Tujuh Tahun BLACKPINK, Bukan Hanya K-Pop Tapi Fenomena yang Menghipnotis Dunia, Ini Magnetnya!
"Kami berharap kepada menteri yang berkompeten dalam hal ini, tentunya menteri yang menyangkut masalah budaya dan seni tentunya Menteri Pendidikan," ucapnya.
"Tentunya juga kepada semua pihak berharap dukungannya untuk kepentingan bersama dalam memajukan bangsa Indonesia, dan membantu rakyat," sambungnya.
Di tempat sama, Ketua Umum Yayasan Lestari Budaya Indonesia, Hendryzon David Paparang mengungkapkan berdirinya Yayasan Lestari Budaya Indonesia untuk kepentingan semua rakyat Indonesia dalam mewujudkan perdamaian antar umat beragama.
Ini juga bertujuan untuk mewujudkan perdamaian dan kerjasama lintas agama dan pihak-pihak terkait.
"Seperti apa yang dikatakan Bung Karno, jika kau menjadi orang muslim janganlah menjadi orang Arab, dan jika kau menjadi orang kristen jangan kau menjadi orang yahudi, jika kau ingin menjadi orang hindu jangan kau menjadi orang India," imbuh Hendryzon.
"Jadi maksud kami mendirikan yayasan ini adalah untuk kepentingan semua kita agar budaya masyarakat kita kembali kepada budaya Nusantara yang berada menjujung tinggi perdamaian, ini adalah pekerjaan paling mulia," tuturnya.***




