POJOKSATU.id— Tahun 2025 ditutup dengan gebrakan besar dari Kejaksaan Agung.

Bukan satu, bukan dua, tetapi empat perkara korupsi raksasa berhasil dibongkar Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).

Skandal-skandal ini bukan kelas kecil, melainkan kasus dengan nilai kerugian negara yang mencapai ratusan triliun rupiah bahkan salah satunya disebut sebagai yang terbesar sepanjang sejarah penegakan hukum di Indonesia.

Baca Juga: Rangkaian Teror Menerpa Selebgram DJ Donny, Rumah Dibom Molotov Rabu Dinihari Berujung Lapor Polisi

Di tengah gonjang-ganjing politik dan ekonomi, empat kasus ini menjadi sorotan nasional karena menyangkut sektor vital.

Nama-nama besar pun terseret, mulai dari mantan menteri, penguasa minyak, hingga petinggi perusahaan tekstil raksasa. Berikut deretan lengkapnya.

 

1. Skandal Minyak Rp285 Triliun: Kasus Terbesar Sepanjang Sejarah

Kasus pertama inilah yang paling mencuri perhatian publik.

Baca Juga: Pakar Kepemiluan Nilai Keliru Wacana Pilkada via DPRD, Tolak Anggapan Praktik Korupsi Karena Langsung

Kejagung mengungkap penyalahgunaan tata kelola minyak mentah dan produk kilang yang terjadi pada periode 2018–2023.

Modusnya berupa rekayasa distribusi, pengelolaan, hingga manipulasi pemberian subsidi minyak.

Hasil perhitungan sementara menunjukkan negara ditaksir merugi hingga Rp285 triliun, angka yang membuat publik terperangah.

Baca Juga: Pakar Kepemiluan Nilai Keliru Wacana Pilkada via DPRD, Tolak Anggapan Praktik Korupsi Karena Langsung

Kerugian ini bahkan disebut sebagai salah satu kasus korupsi terbesar dalam sejarah Republik.

Nama yang ikut terseret termasuk sosok “raja minyak” Riza Chalid, yang selama ini dikenal sebagai pemain lama dalam bisnis energi nasional.

Setelah penyidikan panjang, kasus ini sudah masuk ke tahap penuntutan, dan Kejagung memastikan proses hukumnya akan terbuka dan transparan.

 

 

2. Kasus Digitalisasi Pendidikan, Skandal Chromebook Rp1,98 Triliun

Baca Juga: 3 Manajer Investasi dengan Reksadana Pasar Saham Terbaik

Kasus kedua terjadi di sektor pendidikan.

Program digitalisasi pembelajaranyang semestinya membawa kemajuan teknologi ke sekolah-sekolah justru berujung pada dugaan penyimpangan besar.

Kejagung mengungkap adanya ketidaksesuaian pengadaan perangkat, pengaturan vendor, serta proses tender yang dianggap tidak sahih.

Baca Juga: Pakar Kepemiluan Nilai Keliru Wacana Pilkada via DPRD, Tolak Anggapan Praktik Korupsi Karena Langsung

Kerugian negara dalam kasus ini diperkirakan mencapai Rp1,98 triliun.

Nama mantan Menteri Pendidikan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim disebut sebagai salah satu pihak yang terseret dan kini tengah menjalani proses hukum.

Skandal yang dikenal luas sebagai “Chromebook scandal” ini menjadi kontroversi besar karena melibatkan anggaran pendidikan yang sangat sensitif bagi publik.

Baca Juga: Rangkaian Teror Menerpa Selebgram DJ Donny, Rumah Dibom Molotov Rabu Dinihari Berujung Lapor Polisi

 

3. Kredit Sritex Bermasalah: Kerugian Capai Rp1,35 Triliun

Kasus ketiga menyeret perusahaan tekstil raksasa PT Sritex Tbk.

Kejagung menemukan adanya penyimpangan pemberian kredit perbankan kepada perusahaan tersebut.

Besarnya nilai kredit, ditambah dugaan manipulasi data keuangan, membuat kerugian negara membengkak hingga Rp1,35 triliun.

Dua petinggi Sritex, yakni Iwan Kurniawan Lukminto dan Iwan Setiawan Lukminto, telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kasus ini menarik perhatian publik karena Sritex selama ini dikenal sebagai perusahaan besar yang kerap mendapat kepercayaan perbankan nasional.

Baca Juga: Heboh! SBY Tersulut Isu Ijazah Jokowi, Andi Arief Bongkar Sebut Ini Fitnah 'Brutal' yang Seret Nama Pak SBY!

 

4. Skandal Importasi Gula: Mantan Mendag Terseret

Kasus keempat adalah penyalahgunaan wewenang dalam importasi gula nasional.

Kejagung mengungkap adanya permainan kuota impor, rekayasa kebutuhan pasar, dan penetapan harga yang tidak sesuai ketentuan.

Kerugian negara ditaksir mencapai Rp578 miliar.

Baca Juga: Rangkaian Teror Menerpa Selebgram DJ Donny, Rumah Dibom Molotov Rabu Dinihari Berujung Lapor Polisi

Yang membuat publik heboh adalah terseretnya mantan Menteri Perdagangan, Thomas Trikasih Lembong.

Dengan status tersangka, kasus ini kini memasuki tahap penuntutan dan menjadi sorotan karena menyangkut komoditas kebutuhan pokok masyarakat.

Empat kasus di atas menunjukkan bahwa Kejagung tengah berada pada momentum kuat dalam penindakan korupsi.

Baca Juga: Rangkaian Teror Menerpa Selebgram DJ Donny, Rumah Dibom Molotov Rabu Dinihari Berujung Lapor Polisi

Selain menangani kasus besar, Kejagung juga melaporkan pemulihan aset negara hingga puluhan triliun rupiah melalui Badan Pemulihan Aset (BPA).

Dengan skala kerugian negara yang luar biasa besar, publik kini menunggu konsistensi penanganan perkara hingga ke meja hijau.

Tahun 2025 menjadi salah satu periode dengan pengungkapan kasus korupsi terbesar sepanjang sejarah, dan empat kasus ini menjadi catatan penting yang tak akan dilupakan.***