POJOKSATU.id — Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di kawasan Selat Sunda dan sebaran abu vulkaniknya belum mengganggu layanan Kereta Cepat Whoosh rute Jakarta-Bandung.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menyampaikan bahwa perjalanan Whoosh masih berlangsung secara aman dan normal.
Keselamatan para penumpang tetap menjadi fokus utama dalam setiap pengoperasian kereta cepat.
KCIC terus melakukan pemantauan untuk memastikan perjalanan tetap berjalan tanpa hambatan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, berbagai fasilitas serta infrastruktur pendukung operasional Whoosh masih berada dalam kondisi baik.
Baca Juga: Ginny Weasley Ganti Pemeran di Harry Potter Season 2, Ini Sosok Aktris Barunya
Pengawasan terhadap perjalanan dilakukan dari Operation Control Center (OCC) yang dilengkapi dengan pemeriksaan langsung di sepanjang lintasan.
Dalam proses tersebut, KCIC memeriksa sejumlah elemen penting yang mendukung perjalanan kereta.
Beberapa di antaranya adalah overhead catenary system (OCS), ketersediaan pasokan listrik, kondisi rel, perangkat persinyalan, hingga wesel.
Untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya gangguan, KCIC juga memiliki sistem yang dapat memberikan peringatan ketika mendeteksi kondisi tidak normal.
Informasi mengenai adanya anomali akan diteruskan ke OCC.
Baca Juga: Kendaraan Terkena Abu Vulkanik? Ini Cara Membersihkannya agar Bodi Tak Rusak
Sistem tersebut juga memungkinkan penurunan kecepatan Whoosh secara otomatis dalam situasi tertentu sebagai bagian dari upaya pencegahan.
Sementara itu, kondisi di lapangan berdasarkan laporan masinis masih menunjukkan jarak pandang yang cukup baik.
Sejauh pemantauan dilakukan, visibilitas di lintasan Whoosh belum mengalami gangguan berarti.
Rangkaian Whoosh sendiri telah dibekali wiper pada kaca depan yang dilengkapi sistem penyemprot air.
Perangkat tersebut dapat digunakan untuk membersihkan debu atau abu yang menempel pada kaca depan kereta.
Baca Juga: JK Soroti Jutaan Sarjana Sulit Masuk Dunia Kerja, Singgung Kampus yang Terlalu Fokus Hafalan
Dengan demikian, pandangan masinis dapat tetap terjaga selama perjalanan.
Namun, apabila kondisi berubah dan jarak pandang menjadi terbatas, kecepatan kereta akan disesuaikan dengan situasi yang dihadapi di lintasan.
Penyesuaian tersebut akan dilakukan dengan tetap mengacu pada prosedur operasional yang berlaku.
KCIC juga mengawasi keseluruhan lintasan Whoosh yang membentang sepanjang 142,3 kilometer.
Dari total tersebut, sebanyak 82,7 kilometer merupakan jalur elevated, sementara 42,78 kilometer berada di jalur at grade.
Baca Juga: Anak Krakatau Masih Berpotensi Erupsi Susulan, Radius 3 Km Jadi Zona Terlarang
Selain itu, terdapat 13 terowongan dengan panjang keseluruhan mencapai 16,82 kilometer.
Lintasan yang berada di ruang terbuka menjadi salah satu bagian yang mendapatkan pengawasan lebih intensif.
Area tersebut dinilai memiliki peluang lebih besar terkena paparan abu vulkanik.
Tak hanya mengawasi jalur perjalanan, KCIC juga memastikan kondisi berbagai perangkat yang terdapat pada rangkaian Whoosh.
Pemeriksaan pada bagian sarana mencakup kondisi filter udara kereta.
Kamera CCTV yang berfungsi mengawasi pantograf juga menjadi salah satu komponen yang diperiksa secara berkala.
Untuk infrastruktur, KCIC memeriksa sejumlah bagian yang berhubungan dengan kelancaran perjalanan.
Baca Juga: Anak Krakatau Masih Berpotensi Erupsi Susulan, Radius 3 Km Jadi Zona Terlarang
Pemeriksaan mencakup sistem isolasi, jaringan listrik aliran atas, gardu, persinyalan, serta perangkat wesel.
Eva menyebutkan bahwa perangkat-perangkat tersebut masih beroperasi sebagaimana mestinya.
Hingga pemantauan dilakukan, belum ditemukan dampak sebaran abu vulkanik terhadap komponen tersebut.
Sebagai langkah antisipasi tambahan, KCIC turut melakukan Volcanic Ash Risk Assessment.
Proses penilaian risiko tersebut menggunakan informasi resmi BMKG sebagai salah satu dasar dalam menentukan kondisi operasional.
Baca Juga: Abu Vulkanik Ganggu Penerbangan Bandung, Farhan Minta Warga Tak Panik
Hasil asesmen akan menjadi bahan pertimbangan KCIC untuk menetapkan tindakan mitigasi tambahan apabila terjadi peningkatan konsentrasi atau intensitas abu vulkanik yang berpotensi berdampak terhadap perjalanan Whoosh.
Di tengah kondisi tersebut, KCIC juga mengingatkan masyarakat yang menggunakan layanan Whoosh agar memperhatikan kondisi kesehatan.
Penumpang dianjurkan mengenakan masker dan kacamata, terutama ketika berada di ruang terbuka di lingkungan stasiun yang berpotensi terkena abu vulkanik.
Selain itu, pengguna jasa diminta mematuhi instruksi petugas apabila terdapat perubahan kondisi di lapangan.
Baca Juga: Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Bandung, 7 Jalan Protokol Disemprot Air
KCIC juga mengimbau penumpang untuk terus mengikuti perkembangan terbaru melalui Contact Center maupun akun media sosial resmi Whoosh.
Dengan pengawasan terhadap jalur, sarana, dan prasarana yang terus dilakukan, layanan Kereta Cepat Whoosh rute Jakarta-Bandung saat ini masih berjalan normal di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.***




