POJOKSATU.ID - Kebijakan Work From Home yang mulai diterapkan pemerintah setiap hari Jumat ternyata membawa dampak besar terhadap efisiensi energi nasional.
Pemerintah bahkan memperkirakan kebijakan ini mampu menghemat konsumsi bahan bakar minyak hingga puluhan triliun rupiah.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa penerapan WFH satu hari dalam sepekan dapat mengurangi beban konsumsi BBM masyarakat secara signifikan.
Ia menyebut potensi penghematan total bisa mencapai Rp 59 triliun.
Menurut Airlangga, penghematan tersebut tidak hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga berdampak langsung terhadap anggaran negara.
Dari sisi APBN, pemerintah berpotensi menghemat hingga Rp 6,2 triliun dari pengurangan kompensasi BBM.
“Penghematan langsung ke APBN sekitar Rp 6,2 triliun, sementara konsumsi BBM masyarakat bisa ditekan hingga Rp 59 triliun,” jelasnya dalam konferensi pers.
Kebijakan ini merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah dalam mendorong efisiensi energi sekaligus merespons tantangan ekonomi global.
Dengan mengurangi mobilitas satu hari dalam seminggu, penggunaan BBM di sektor transportasi diharapkan turun secara signifikan.
Baca Juga: BKN Tegaskan Status ASN Hanya PNS dan PPPK, Tidak Ada Status Baru!
WFH ini berlaku bagi aparatur sipil negara baik di instansi pusat maupun daerah. Sementara untuk sektor swasta, penerapannya disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing perusahaan.
Pemerintah juga akan mengatur teknis pelaksanaan WFH bagi karyawan swasta melalui Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan. Dengan begitu, fleksibilitas tetap terjaga tanpa mengganggu produktivitas dunia usaha.
Tak hanya itu, pemerintah juga tengah melakukan langkah efisiensi lainnya melalui refocusing anggaran kementerian dan lembaga. Potensi penghematan dari kebijakan ini diperkirakan mencapai Rp 130,2 triliun.
Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan efisiensi belanja negara di tengah ketidakpastian global.
Baca Juga: ITB Terima 1.225 Mahasiswa Baru SNBP 2026, Ini Sebaran Fakultas hingga Jalur Lain yang Masih Dibuka
Dengan berbagai kebijakan tersebut, pemerintah berharap masyarakat dan pelaku usaha dapat beradaptasi serta tetap produktif.
Selain itu, penghematan energi diharapkan menjadi kebiasaan baru yang berdampak positif dalam jangka panjang.***




