POJOKSATU.ID - Meski status Peringatan Dini Tsunami telah resmi dihentikan oleh BMKG, potensi kemunculan gempa susulan masih terus diwaspadai di perairan NTT.

Menanggapi situasi tersebut, Polda NTT mengerahkan jajaran Direktorat Polisi Perairan untuk melakukan pemantauan intensif di kawasan pesisir.

Petugas disiagakan di sepanjang garis pantai serta area pelabuhan guna mengamati langsung dinamika gerakan air laut.

Baca Juga: Akses Komunikasi Terhambat, Pemda dan Polda NTT Kesulitan Himpun Data Kerusakan Gempa

Pengerahan armada patroli air ini bertujuan untuk mendukung pengawasan visual lapangan secara langsung dan berkesinambungan.

Jika terdeteksi adanya anomali gelombang atau lonjakan arus mendadak, petugas akan segera meneruskan informasi tersebut kepada masyarakat.

Langkah preventif ini diambil guna memberikan jaminan rasa aman bagi warga yang masih khawatir akan potensi ancaman tsunami susulan.

Baca Juga: Polda NTT Utamakan Penyelamatan Warga dan Siapkan Posko Bantuan Pasca Gempa M 7,7

Kepolisian mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu liar dan tetap mengupdate informasi resmi.

Warga diminta untuk tetap berada di tempat yang aman serta menghindari bangunan yang kondisinya retak akibat guncangan utama.

Kerja sama antara aparat kepolisian dan BMKG diperkuat untuk memastikan integrasi data pemantauan berjalan secara real-time.

Baca Juga: Pentingnya Merespons Sinyal Siaga Tsunami saat Terjadi Gempa Bumi Dangkal di Laut

Kehadiran personel Polair di area pantai juga difokuskan untuk mencegah aktivitas warga yang terlalu dekat dengan tepi laut.

Upaya edukasi pencegahan dan imbauan kewaspadaan terus disuarakan oleh petugas patroli di pemukiman nelayan.

Langkah siaga penuh ini akan terus dipertahankan sampai seluruh aktivitas tektonik di perairan Flores benar-benar mereda.***