POJOKSATU.id - Platform TikTok yang kini digandrungi banyak orang, dikenal sebagai tempat munculnya berbagai tren dan tantangan viral.

Meski kebanyakan konten yang dihasilkan berfokus pada hiburan dan kreativitas, beberapa tren justru berpotensi membahayakan penggunanya.

Salah satu tren berbahaya yang belakangan mengkhawatirkan banyak pihak adalah TikTok Chroming" atau Chroming Challenge.

Tren ini tidak hanya memakan korban jiwa, tetapi juga menimbulkan trauma bagi keluarga yang terdampak.

Baca Juga: Tips Berkebun yang Benar, Panduan Lengkap untuk Taman yang Sehat dan Subur

Tren TikTok chroming melibatkan tindakan menghirup uap atau gas kimia beracun dari produk-produk rumah tangga, seperti aerosol, cat semprot, dan deodoran.

Meskipun pada awalnya istilah "chroming" merujuk pada menghirup cat krom, kini istilah tersebut digunakan untuk mengacu pada penggunaan berbagai bahan kimia berbahaya lainnya dengan tujuan mencapai efek "high" atau mabuk sementara.

Berbagai produk rumah tangga yang sering kali disalahgunakan dalam tantangan ini meliputi:

  • Aerosol deodoran
  • Cat semprot
  • Pembersih cat kuku
  • Hairspray
  • Bensin
  • Pelarut cat
  • Lem
  • Gas nitrous oxide (sering disebut "whippets" atau "laughing gas")

Baca Juga: Batal Jual Rumah Gegara Ulah Konten Kreator, 3 Youtuber dan 3 Artis Tiktok Dilaporkan ke Polda Jateng

Bagaimana Chroming Menyebar di TikTok?

Melalui video yang diunggah di TikTok, pengguna, terutama remaja, merekam aksi mereka melakukan chroming dan membagikannya dengan tagar seperti #WhipTok atau #chroming.

Tak jarang, video tersebut menjadi viral dan memancing rasa penasaran remaja lainnya untuk mencoba tantangan ini tanpa memahami risiko besar yang mengintai.

Beberapa kasus fatal telah terjadi, termasuk kematian remaja di Australia dan Eropa akibat terlibat dalam tren ini.

Meskipun TikTok telah melakukan upaya dengan menghapus konten terkait dan memperketat aturan, tren berbahaya seperti chroming tetap mengancam, terutama bagi pengguna muda yang kerap mengikuti tantangan viral tanpa memikirkan akibatnya.

Menurut Journal of Drug and Alcohol Research, inhalasi bahan kimia bisa memberikan efek sementara seperti euforia, namun dampaknya sangat serius.

Baca Juga: Bikin Resah Warga, Konten Kreator Pamer Aurat Saat Live di TikTok, Kata Polisi Pelakunya Lagi Mabuk

Pengguna bisa mengalami serangan jantung, gagal napas, koma, hingga kematian. Penggunaan jangka panjang bahkan dapat menyebabkan ketergantungan psikologis dan kerusakan neurologis yang tak dapat dipulihkan.

Peningkatan kesadaran mengenai bahaya chroming sangatlah krusial. Peran aktif orang tua dan guru dalam memantau aktivitas anak-anak di media sosial juga sangat diperlukan. ***