POJOKSATU.id — Fenomena El Nino kerap menjadi perhatian masyarakat karena dampaknya yang dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan.
Saat El Nino terjadi, sejumlah wilayah di Indonesia biasanya mengalami musim kemarau lebih panjang, suhu udara meningkat, hingga berkurangnya curah hujan yang memicu kekeringan.
Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada sektor pertanian, tetapi juga kehidupan sehari-hari masyarakat.
Baca Juga: Pakar Soroti RUU HAM: Komnas HAM Dinilai Perlu Digabung, Penggantian UU HAM kebutuhan mendesak
Ketersediaan air bersih dapat berkurang, risiko kebakaran meningkat, hingga harga sejumlah bahan pangan berpotensi mengalami kenaikan akibat hasil panen yang menurun.
Karena itu, masyarakat perlu melakukan sejumlah persiapan agar dampak El Nino tidak terlalu mengganggu aktivitas sehari-hari.
Salah satu hal utama yang perlu dipersiapkan adalah cadangan air bersih.
Baca Juga: 40 Inspirasi Olahan Daging Sapi Lengkap dengan Resep dan Cara Membuatnya Agar Empuk
Menyediakan tempat penampungan air atau tandon dapat menjadi langkah antisipasi jika pasokan air mulai berkurang selama musim kemarau.
Selain itu, kebiasaan menggunakan air secara bijak juga penting diterapkan sejak dini.
Mengurangi pemborosan air untuk kebutuhan yang tidak terlalu mendesak dapat membantu menjaga ketersediaan air lebih lama.
Baca Juga: Mendikdasmen Soroti 200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Sebut Banyak Bermula dari Main Gim
Persediaan bahan pangan juga menjadi aspek yang perlu diperhatikan. Saat musim kering berkepanjangan, beberapa komoditas pangan berpotensi mengalami kenaikan harga.
Oleh karena itu, menyiapkan stok kebutuhan pokok secukupnya dapat menjadi langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas kebutuhan rumah tangga.
Dari sisi kesehatan, cuaca panas saat El Nino dapat meningkatkan risiko dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga gangguan pernapasan di beberapa wilayah.
Masyarakat disarankan memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan pakaian yang nyaman, serta menghindari aktivitas terlalu lama di bawah paparan sinar matahari langsung.
Baca Juga: JPPI Kritik Kampus Jadi ‘Pabrik Industri’, Anies Baswedan Ikut Soroti Wacana Penutupan Prodi
Tidak kalah penting, kondisi rumah juga perlu diperiksa guna mengurangi risiko kebakaran yang sering meningkat saat musim kering.
Memastikan instalasi listrik aman, tidak membakar sampah sembarangan, serta menjauhkan bahan mudah terbakar dari sumber api menjadi langkah sederhana namun penting.
Bagi masyarakat yang bekerja di sektor pertanian maupun usaha berbasis pangan, penyesuaian strategi juga perlu dilakukan.
Penggunaan pola tanam hemat air, pemilihan tanaman yang lebih tahan kekeringan, hingga memantau prediksi cuaca dapat membantu mengurangi risiko kerugian.
Masyarakat juga dianjurkan rutin memantau informasi cuaca dan prediksi musim dari BMKG agar dapat mengambil langkah antisipasi lebih awal sesuai kondisi wilayah masing-masing.
Pada akhirnya, menghadapi El Nino membutuhkan kesiapan bersama, mulai dari pengelolaan air, kesehatan, hingga pengaturan kebutuhan rumah tangga.
Dengan persiapan yang matang, dampak musim kemarau panjang dapat diminimalkan sehingga aktivitas sehari-hari tetap berjalan dengan baik.***




