POJOKSATU.id — Potensi kekeringan meteorologis masih menjadi perhatian pada penghujung September 2026.
Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II kembali melakukan pembaruan terhadap informasi peringatan dini untuk periode Dasarian III September.
Pembaruan tersebut mencakup kondisi yang diperkirakan berlangsung mulai 21 hingga 30 September 2026.
Informasi ini dapat menjadi bahan kewaspadaan bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi kemungkinan dampak dari berkurangnya curah hujan.
Berdasarkan pemetaan terbaru BBMKG Wilayah II, sejumlah provinsi berada dalam tingkat peringatan yang berbeda, mulai dari Awas, Siaga, hingga Waspada.
Perbedaan kategori tersebut menunjukkan wilayah yang perlu meningkatkan perhatian terhadap kemungkinan terjadinya kekeringan meteorologis.
Periode dengan curah hujan yang rendah dalam waktu tertentu dapat berpengaruh terhadap ketersediaan air.
Kondisi tersebut tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat, tetapi juga berpotensi memberikan dampak terhadap sektor pertanian yang bergantung pada pasokan air.
Baca Juga: Pertamina dan BPBD Karawang Salurkan 100.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
Situasi kering juga perlu mendapat perhatian karena kondisi lingkungan yang minim hujan dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
Risiko tersebut menjadi lebih perlu diantisipasi di daerah yang mengalami penurunan curah hujan dan kondisi lahan yang semakin kering.
Mengacu pada informasi yang dibagikan melalui akun Instagram @bmkgwilayah2, terdapat delapan provinsi yang masuk dalam kategori Awas untuk periode 21–30 September 2026.
Wilayah tersebut mencakup Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Kalimantan Barat.
Selain kategori Awas, BBMKG Wilayah II juga menempatkan sejumlah wilayah dalam tingkat Siaga.
Daerah yang masuk dalam kategori ini terdiri atas Sumatera Selatan, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, serta Jawa Tengah.
Sementara itu, kategori Waspada mencakup tiga provinsi, yakni Sumatera Selatan, Lampung, dan Jawa Tengah.
Wilayah-wilayah tersebut perlu tetap memperhatikan perkembangan kondisi cuaca dan curah hujan selama periode peringatan berlangsung.
Baca Juga: BPBD DKI Imbau Warga Simpan Cadangan Air, Langkah Cerdas Hadapi Ancaman Kekeringan yang Berlanjut
Adanya pemutakhiran ini dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk mulai melakukan langkah antisipasi terhadap kemungkinan dampak cuaca kering.
Salah satunya dengan menggunakan air secara hemat dan menyesuaikan pemakaian dengan kebutuhan agar persediaan air dapat dimanfaatkan secara bijak.
Masyarakat juga diharapkan lebih berhati-hati terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama ketika kondisi vegetasi dan lahan mulai mengering.
Baca Juga: Ratusan Bencana Landa Jember Sepanjang 2026, BPBD Kini Fokus Hadapi Ancaman Kekeringan dan Karhutla
Pencegahan sejak dini menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko karhutla selama periode dengan curah hujan yang rendah.
Informasi mengenai perkembangan iklim, kondisi cuaca, serta peringatan dini kekeringan dapat dipantau melalui kanal resmi BBMKG Wilayah II.
Masyarakat dapat mengakses laman bbmkg2.bmkg.go.id serta mengikuti akun @bmkgwilayah2 di Instagram, X, TikTok, dan YouTube untuk memperoleh pembaruan informasi.***




