POJOKSATU.id, JAKARTA – Wasekjen MUI Ikhsan Abdullah mensinyalir sejumlah perusahaan multinasional asing pro Israel memanfaatkan ketidakseragaman daftar boikot yang beredar luas di Indonesia untuk melakukan perlawanan balik.
Dikatakan Ikhsan, Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI) telah mengeluarkan daftar 10 produk terafiliasi Israel dan ini bisa rujukan bagi umat Islam di Indonesia demi mendukung Palestina.
Wakil Sekretaris Jenderal MUI ini juga menyoroti ketidakseragaman daftar boikot produk yang terafiliasi Israel selama ini di Indonesia.
Menurutnya umat muslim harus memiliki pandangan yang sama terkait produk-produk yang harus diboikot ini, sehingga Umat Islam tidak ragu mana yang harus diboikot dan mana yang tidak.
Baca Juga: Komisi Fatma MUI : Umat Islam Hindari Transaksi Produk yang Dukung Zionis Israel
Dalam keterangan tertulis, Kamis (30/5/2024), Ikhsan mensinyalir sejumlah perusahaan multinasional asing yang pro terhadap israel memanfaatkan ketidakseragaman daftar boikot yang beredar luas di masyarakat, untuk melakukan perlawanan balik.
Dia menegaskan gerakan boikot terbukti efektif untuk menekan korporasi asing yang pro Israel. Dia menyebut berdasarkan laporan yang diterima MUI, omzet sejumlah brand ternama turun drastis hingga 30-45 persen dalam kurun tiga pekan pertama sejak merebaknya gerakan boikot.
Menurutnya, kekuatan gerakan boikot ini dahsyat dan tidak bisa diabaikan. Boikot ini satu-satunya yang bisa melumpuhkan perekonomian Israel dan Amerika Serikat (AS), yang merupakan penyokong utama persenjataan Israel.
Lebih jauh, Ikhsan menjelaskan sebenarnya di Indonesia sudah ada lembaga yang secara spesifik mengeluarkan daftar boikot produk pro Israel. Menurutnya ini bisa menjadi rujukan masyarakat Muslimin.
Dikatakan Ikhsan, Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI) telah mengeluarkan daftar 10 produk terafiliasi Israel dan ini bisa rujukan bagi umat Islam di Indonesia.
Hal hal ini telah disampaikan Wasekjen MUI saat tampil sebagai salah satu pembicara dalam seminar online (webinar) yang digagas Aqsa Working Group, sebuah lembaga nirlaba yang peduli pada isu Palestina, di Jakarta, Senin (27/5).
Gerakan Boikot Berdampak Positif
Di sisi lain, Wasekjen MUI ini mengungkapkan gerakan boikot justru membawa dampak positif bagi perekonomian nasional.
Sejak boikot menggelora pada Oktober 2023, banyak warga Muslim yang berbondong-bondong beralih mengonsumsi produk buatan lokal atau produk nasional.
"Ini sangat penting diketahui masyarakat, produk makanan, minuman dan obat-obatan nasional mengalami peningkatan penjualan,” katanya seperti dilansir detikcom.
Baca Juga: Jokowi Persilahkan Ormas Kelola Pertambangan, Begini Respon Ketua Umum Persekutuan Gereja Indonesia
Menurutnya, boikot ini merupakan jihad bersama untuk meningkatkan produk nasional. Produk nasional yang selama ini selalu diawasi oleh produk ‘multinasional’ seolah kualitasnya selalu kalah. Dan pada akhirnya produk nasional ini bisa unjuk gigi.
Ikhsan mendorong seluruh masyarakat tetap menjaga nyala api gerakan boikot produk Israel dan yang terbukti terafiliasi.
Menurutnya, umat Muslim dan semua pihak di Indonesia harus mengingat bahwa Indonesia masih berutang budi kepada Palestina yang termasuk negara awal mengakui kemerdekaan Indonesia.
Dan hingga kini, kita belum bisa membalas kebaikan itu karena faktanya Palestina masih terjajah, dalam cengkraman Israel dan bahkan menghadapi genosida.***




