POJOKSATU.id, Kabupaten Bandung Barat - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, memberikan arahan pada puncak Peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang (HANTARU) di Mason Grand Ballroom, Mason Pine Hotel, Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (13/11/2024).
Dalam sambutannya, Herman menekankan pentingnya sektor tata ruang sebagai penggerak kesejahteraan masyarakat dan pilar untuk mencapai tujuan pemerintahan.
Ia menyebutkan tiga tujuan utama pemerintahan, yaitu mewujudkan kesejahteraan rakyat, memberdayakan agar rakyat mandiri, dan memberikan keadilan yang merata.
"Tata ruang adalah alat untuk mempercepat pembangunan, pemberdayaan, dan pelayanan publik yang maksimal," ujarnya.
Herman mengajak semua pihak meninggalkan “ego sektor” dan menyadari bahwa tata ruang merupakan bagian penting dari sistem pemerintahan.
Ia berharap sektor ini dapat mempercepat terwujudnya visi Jawa Barat sebagai provinsi termaju di Indonesia.
Herman juga mendorong setiap desa dan kelurahan di Jawa Barat untuk membangun basis data spasial yang komprehensif.
Menurutnya, integrasi data spasial dari desa hingga pemerintah pusat akan mempermudah perencanaan dan penanganan isu di lapangan.
"Desa-desa di Jabar perlu dilengkapi data digital statistik. Dengan koordinasi bersama Badan Informasi Geospasial (BIG), kita bisa menggabungkan data geospasial dan sektoral berbasis desa sehingga kepala desa dapat mengambil keputusan berdasarkan data yang akurat," jelasnya.
Sejalan dengan itu, Dinas Binamarga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat meluncurkan platform Wargi Jabar, sebuah aplikasi berbasis Geographic Information System (GIS) untuk mengelola dan mengawasi penataan ruang di Jawa Barat.
Kepala Dinas DBMPR, Bambang Tirtoyuliono, menyampaikan bahwa Wargi Jabar dirancang sebagai layanan publik yang menyediakan informasi tata ruang, sinkronisasi data, dan fasilitas pengawasan pemanfaatan ruang di seluruh wilayah Jawa Barat.
Wargi Jabar juga dilengkapi dengan ruang pengaduan agar masyarakat dapat melaporkan permasalahan terkait tata ruang di sekitar mereka.
Ke depan, platform ini akan terintegrasi dengan Jabar SuperApps Sapawarga untuk kemudahan akses publik.
"Dengan Wargi Jabar, masyarakat bisa mengakses informasi tata ruang untuk memastikan kelayakan lokasi usaha atau pembangunan dari sudut pandang tata ruang," kata Bambang.
Selain itu, DBMPR berencana mengembangkan Wargi Jabar agar dapat terhubung dengan sistem tata ruang di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.***




