POJOKSATU.id, SUKABUMI - Warga Rusak Rumah Pasutri Dituduh Dukun Santet, Terungkap dari Celoteh Orang Kesurupan.

Pasangan suami istri, Parman (65 tahun) dan Ema (50) hanya bisa pasrah setelah rumahnya di Kampung Bojong Kalong RT 002 RW 001, Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dirusak warga.

Pengrusakan rumah Parman dan Ema itu karena warga menuding pasutri ini adalah dukun santet.

Warga emosi dan mempercayai ucapan orang kesurupan yang menyebut Parman memiliki ilmu hitam alias dukun santet.

Peristiwa pengrusakan rumah pasutri dituduh dukun santet itu terjadi pada Rabu (03/05/2023) dini hari. Akibatnya rumah pasutri tersebut rusak berat.

Ironisnya, aksi anarkis warga itu terjadi setelah diadakan mediasi oleh pihak kepolisian bersama tokoh masyarakat dan warga setempat, pada Selasa (2/5) malam.

BACA JUGA : Profil Seleb TikTok Lina Mukherjee Tersangka Penistaan Agama Gegara Konten Makan Kulit Babi

Memang sejak awal warga setempat curiga dengan Parman dan Ema tentang pekerjaan mereka sebagai dukun santet, hingga terjadi pelemparan pada Senin malam.

Atas insiden pelemparan itu, diadakan mediasi di rumah Ketua RT setempat.

"Pasutri itu (Parman dan Ema) ingin kembali tinggal di rumahnya di Kampung Bojong Kalong karena selama ini mereka tinggal di areal pesawahan Kesik Bodas di Desa Girimukti setelah masyarakat sekitar menolak keberadaan mereka karena diduga keluarga tersebut memiliki ilmu hitam," kata Kapolsek Ciemas, Iptu Azhar Sunandar.

Dalam pertemuan tersebut Parman dan Ema membantah tudingan dukun santet. Keduanya bahkan mengaku siap melakukan sumpah pocong untuk membuktikan bahwa mereka tidak seperti yang dituduhkan warga.

BACA JUGA : PPATK Selidiki Pengirim Uang Rp 800 Juta ke Rekening Pelaku Penembakan Gedung MUI

Di tengah mediasi, salah satu warga melakukan meditasi terhadap seorang warga lainnya. Lalu target meditasi itu kesurupan.

"Lalu ada komunikasi dengan yang kesurupan itu dan menyampaikan bahwa yang merasuki adalah makhluk suruhan dari Ema dan Parman," tutur Azhar.

Tak lama berselang, dua warga lainnya juga mengalami kesurupan.

Dua warga kesurupan itu juga menyampaikan hal yang sama bahwa makhluk yang merasukinya adalah suruhan dari Ema dan Parman.

Celoteh dari tiga orang kesurupan yang memperkuat kecurigaan warga selama ini, membuat situasi di lokasi mediasi memanas.

Warga mempercayai ucapan tiga orang yang kesurupan, dan semakin meyakini bahwa Parman dan Ema memang memiliki ilmu hitam.

"Sehingga saat itu Ema dan Parman dibawa ke Kantor Desa Mandrajaya untuk menghindari amukan massa," tambah Azhar.

BACA JUGA : Anies Baswedan Ungkap Detik-detik Meninggalnya M Taufik : Abang Kita Pulang Husnul Khatimah

Tak lama berselang, sejumlah warga mendatangi rumah Parman dan Ema lalu melakukan pengrusakan.
Akibatnya rumah pasutri yang dituduh dukun santet itu rusak berat.

"Ema dan Parman lalu dibawa ke Polsek Ciemas oleh anggota piket jaga untuk diamankan guna mengantisipasi adanya amukan dari warga," tukasnya.

Keesokan harinya, pasutri yang dituduh dukun santet itu diamankan di Mapolres Sukabumi di Palabuhanratu.

Hingga Rabu malam, polisi masih berjaga di TKP rumah pasangan suami istri yang dirusak massa. Sedangkan Parman dan Ema dalam kondisi selamat di bawah pengamanan aparat kepolisian.

Editor: Jumaidil Halide