POJOKSATU.ID – Kasus mahasiswi Universitas Sebelas Maret (UNS) Devitasari Anugraeni (22) belum lama ini semakin menarik perhatian publik.

Bagaimana tidak, hal ini terjadi usai Devitasari Anugraeni dinyatakan tewas lantaran melakukan aksi bunuh diri.

Diketahui, tindakan nekat mahasiswi UNS tersebut dilakukan di kawasan Jembatan Jurug, Solo, Jawa Tengah.

Baca Juga: Siapa Sumardiyono? Sosok Dosen Disebut Mahasiswi UNS dalam Surat Wasiat Sebelum Tewas Bunuh Diri di Jembatan Jurug

Menyikapi kejadian ini, para warga meminta tegas kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menambah pengamanan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari portal media radarsolo.jawapos.com pada Kamis (3/7/2025).

Dalam artikelnya, aspirasi yang disampaikan warga itu langsung ditanggapi oleh Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani.

Baca Juga: Pemkot Bandung Libatkan 10.000 Guru Ngaji, Dorong Warga Lancar Baca Al-Qur’an

Astrid menuturkan bahwa terkait penambahan pengamanan di Jembatan Jurug harus dipikirkan kembali dengan matang.

Namun, pihaknya bersitegas akan menanggulanggi TKP agar tidak menjadi tempat aksi bunuh diri kembali.

“Kalau berkaitan dengan infrastruktur saya kira perlu dikaji lebih lanjut. Tentunya kami  berupaya,” jelasnya.

Baca Juga: KAI Daop 3 Cirebon Beri Diskon Tiket 10 Persen Selama Event Festival Cirebon 2025

“Bagaimana agar wilayah tersebut kedepan tidak menjadi tempat untuk percobaan bundir atau hal-hal yang tidak kami inginkan,” lanjutnya.

“Soal pemasangan jaring pengaman, ini harus dibahas lebih lanjut,” lanjut Wakil Wali Kota Solo dalam laporan.

Sembari mempertimbangkan para warga, Astrid mengimbau kepada Pemkot Solo agar meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan.

Baca Juga: Mahasiswi UNS Tewas Usai Bunuh Diri di Jembatan Jurug, Korban Sempat Jalani Konseling Kejiwaan

Terkhusus, layanan kesehatan yang berkaitan dengan masalah kejiwaan agar kasus serupa tidak terulang kembali.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat, apapun yang dihadapi kami dari pemerintah kota memiliki fasilitas yang bisa dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan mental,” lanjutnya.

“Program kami di posyandu plus juga berkaitan dengan kesehatan mental, ini bisa dimanfaatkan,” terangnya. ***

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

Versi Android

Versid iOS

Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:

Channel Whatsapp

Fanpage Edugov