POJOKSATU.id - Baru sekitar tiga minggu ditempati, kawasan perumahan Arafah Village di Gabus, Tambun Utara, Bekasi, sudah disambut banjir dengan ketinggian yang cukup dalam.

Air tampak menggenangi area kompleks dan bahkan terlihat jelas dari ruas jalan tol di atasnya.

Kondisi tersebut membuat warga cemas.

Mereka menilai situasi ini bukan sekadar ketidaknyamanan, melainkan sudah menyangkut keselamatan dan masa depan hunian mereka.

“Ini bukan sekadar banjir, ini soal keselamatan,” keluh salah satu penghuni yang baru menempati unit beberapa minggu lalu.

Sejumlah warga lainnya juga mengaku khawatir jika kejadian serupa terus terulang, terlebih saat curah hujan tinggi.

Baca Juga: Ombudsman Temukan Maladministrasi Tukin Dosen ASN Era Nadiem, Rapel 2020–2024 Masih Menggantung

Mereka berharap ada evaluasi menyeluruh terkait sistem drainase dan perencanaan kawasan perumahan.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak pengembang maupun pemerintah daerah mengenai penyebab banjir tersebut.

Warga pun masih menunggu kejelasan terkait langkah mitigasi yang akan dilakukan ke depan.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya kualitas perencanaan dan kesiapan infrastruktur pada proyek perumahan baru agar tidak menimbulkan masalah serius bagi penghuninya.

Harapan warga sederhana, bisa tinggal dengan aman dan tenang di rumah yang baru mereka beli.

Semoga keluhan ini segera mendapat respons, sehingga hunian benar-benar menjadi tempat pulang, bukan sumber kekhawatiran.***