POJOKSATU.id, KARAWANG - Lokasi terminal BBM milik Pertamina di Desa Dawuan Barat yang berada di tengah-tengah pemukiman warga yang setiap hari mereka mencium kuatnya bau BBM serta menjadi momok menakutkan dan meresahkan warga setempat ketika terjadinya peristiwa kebakaran depot atau Pertamina di Plumpang - Jakarta Utara beberapa waktu yang lalu.
Akibat terjadinya keresahan warga, beberapa perwakilan warga melakukan pertemuan dan beraudensi dengan pihak Pertamina di PT Pertamina (Persero) Fuel Terminal Cikampek.
Suhara Iskandar, Ketua BPD Desa Dawuan Barat menyampaikan bahwa hasil pertemuan dan audiensi bersama pihak Pertamina ada beberapa poin yang sudah disepakati dan hanya saja pihak Pertamina belum bisa memutuskan pelaksanaan yang membuat keresehan pada warga.
"Jadi hasil kita beraudiensi dengan Pertamina, Alhamdulillah sudah ada poin-poin yang memang kita apresiasi dan kita sepakati. Bahwa dalam kontek pelaksanaan keresahan masyarakat memang yang dihadirkan ke sini memang belum bisa memutuskan ya. Jadi mereka juga menuliskan hasil-hasil pertemuan tadi untuk ditindak lanjuti ke tingkat atas. Yang pertama adalah mereka akan menjanjikan pengukuran ulang terpenuhi atau tidaknya Buffer Zone itu," kata Suhara Iskandar, Jumat, (31/03/2023).
Masih dikatakan Suhara, setelah dilakukannya pertemuan dengan pihak Pertamina dan hasilnya bisa ditindak untuk lebih lanjut.
"Kalau menurut menteri BUMN Erick Tohir Buffer Zone itu sebetulnya kalau perluasan memang hanya 50 meter tapi paling tidak untuk standarisasi internasional itu menurut pak Erick Tohir 500 meter. Maka dari itu mudah-mudahan ada titik temu yang bagus dan nanti hasil pertemuan tadi bisa dinaikkan ke atas," ujarnya.
Kemudian, dia juga mengungkapkan sebetulnya dalam pertemuan ataupun audiensi tadi menginginkan orang yang hadir dari pihak Pertamina itu yang bisa memberikan keputusan.
"Kita juga meyakini bahwa sebetulnya menginginkan ada orang-orang yang memang bisa memberikan keputusan langsung namun kami juga tetap permisi, kami melalui mekanisme dulu dari tahap awal menuju tingkat akhir, seharusnya yang hadir itu kami menginginkan Pertamina bagian Holdingnya dan mungkin pertemuan kali ini akan dilanjutkan habis lebaran," pungkasnya. (Ega Nugraha/Pojoksatu)




