POJOKSATU.id, MEDAN - Pihak kepolisian menemukan identitas wanita yang ditemukan tewas mengenaskan dalam mobil di Jalan Klambir V, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia,

Korban bernama Fonda Harianingsih (50), bertempat tinggal di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Kebun Lada, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Sumatera Utara.

Warga yang tinggal Kelurahan Kebun Lada itu heboh, terkait penemuan jasad dengan luka tusukan.

Sementara suaminya bernama Sapta, Fonda pun disebut-sebut sebagai istri muda atau istri kedua.

Sapta sendiri merupakan seorang mantri yang membuka prakteknya di Kelurahan Kebun Lada, Kecamatan Binjai Utara, di kampung orang tuanya. Namun, Fonda tinggal di Kwala Begumit, Kabupaten Langkat.

BACA JUGA: Geger, Ditemukan Mayat Wanita Dengan Belasan Tusukan Dalam Mobil di Medan Helvetia

Rumah mertuanya kini tampak ramai dipadati warga yang menunggu kedatangan jenazah.

"Itu istri muda Pak Sapta, sedangkan istri tuanya tinggal di Kebun Lada ini," ujar Adi.

Lanjut Adi, disinggung soal Fonda tengah hamil, Adi membantahnya. Menurutnya korban memang bertubuh gemuk.

"Tidak hamil, memang orangnya gemuk," ujar Adi.

Fonda sendiri diketahui kesehariannya berjualan es di kawasan Kota Binjai.

BACA JUGA: Ibu Muda yang Diterkam Buaya di Sungai Peranginan Labura, Ditemukan Meninggal Dunia

Sedangkan itu dikabarkan sebelumnya, isak tangis Tifani (28) warga Jalan Eka Rasmi, Kecamatan Medan Johor, tak terbendung saat mengetahui ibundanya telah tiada.

Bersama suami dan ditemani keluarga, Tifani menangis sejadi-jadinya di depan kamar jenazah RS Bhayangkara Medan, Rabu (7/6/2023) malam.

Tifani merupakan anak tunggal dari almarhum Fonda Harianingsih (50) warga Kwala Begumit, Kabupaten Langkat, yang ditemukan tewas bersimbah darah di dalam mobil.

BACA JUGA: Ternyata Ibu Muda yang Diterkam Buaya di Sungai Peranginan Labura, Sedang Mengandung 4 Bulan

Tifani mengaku bahwa dirinya tak merasa ada kejanggalan atau firasat buruk lantaran, ibundanya selalu berkomunikasi dengannya.

"Tak ada firasat buruk sama sekali, karena mami memang biasa komunikasi sama kami apalagi ia nanya cucu-cucunya. Karena saya anak tunggal jadi cuma ini lah cucunya ada dua orang," bebernya.

Sembari menyeka air matanya, Tifani mengaku sempat ditelpon almarhum ibundanya, namun ia tak sempat mengangkatnya dikarenakan mengurus kedua anaknya yang masih kecil.

Karena melihat panggilan telpon tak diangkat, ternyata ada voice note dari ibundanya.

BACA JUGA: Masih Dalam Pencarian, Seorang Ibu Muda Diterkam Buaya Saat Cuci Baju di Sungai Peranginan Labura

"Ada voice Mimi, ia sebut mana ini cucu-cucu Mimi kok sombong. Kira-kira begitulah ucapan di voice note terakhir Mimi," katanya.

Sekitar pukul 14.00 WIB, Tifani mengaku mencoba menghubungi ibundanya namun tidak ada jawaban.

"Setelah pukul 14.00 WIB, saya coba hubungi kembali Mimi tapi gak diangkat. Sekitar pukul 15.00 WIB, telpon ayah nanya rupanya sama-sama tidak mengetahui, jadi kecurigaan muncul, kenapa," ujarnya.

BACA JUGA: Misteri Suami Wanita Tewas dalam Karung di Cibuntu Bandung, Serba Gelap

Kecurigaan muncul lanjutnya, saat dapat kabar kalau ternyata sendal ibunda ada di tempat jualan namun yang bersangkutan tidak ada.

"Anehnya sendal ada, tapi kok orangnya gak ada. Jadi ditanya sama pedagang lainnya juga tidak mengetahui," katanya.

Sekitar pukul 18.00 WIB, lanjut Tifani, ia mendapati kabar bahwa ibundanya sudah tiada.

BACA JUGA: Sebelum Ditemukan Wanita Tewas dalam Karung di Bandung Cekcok dan Minta Maaf ke Suaminya

"Begitu dapat kabar, saya bersama suami langsung ke lokasi tapi di lokasi padat kali. Mobil ibu masih di sana, jenazah ibu juga," sebutnya.

Tifani menuturkan bahwa almarhum ibundanya memang keseharian berjualan es.

Ia juga mengaku bahwa ibundanya tidak pernah mempunyai masalah dan memiliki karakter yang suka bersosialisasi.

BACA JUGA: Santri di Leuwiliang Bogor Tewas Saat Hendak Kabur dari Ponpes

"Setahu saya tidak ada masalah ibunda saya. Karena selama ini baik-baik saja," ungkapnya.

Tifani berharap polisi bisa mengungkap pelaku yang tega menghabisi nyawa ibundanya.

"Sejauh ini saya dapat kabar polisi masih olah TKP, kami juga masih menunggu autopsi. Semoga polisi bisa nangkap pelakunya," pungkasnya. (TIK/pojoksatu)

BACA JUGA: Dikira Barang, Mayat Wanita dalam Karung di Bandung Sempat Diangkat Pak RT Ternyata Berat