POJOKSATU.id - Kementerian Perdagangan terus memperkuat upaya menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda.
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri menilai pembentukan mental wirausaha sejak bangku sekolah menjadi bekal penting agar Indonesia memiliki sumber daya manusia yang siap menghadapi persaingan perdagangan global.
Komitmen tersebut disampaikan Wamendag saat melakukan kunjungan kerja ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang, salah satu sekolah yang masuk dalam Program SMA Unggul Garuda Transformasi.
Program ini dirancang untuk mencetak sumber daya manusia unggul sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, penguatan karakter kewirausahaan perlu diberikan sejak dini agar generasi muda tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan melalui inovasi dan kreativitas.
"Kementerian Perdagangan sangat aktif mendorong peningkatan kualitas SDM melalui pengembangan jiwa kewirausahaan anak muda sejak dini. Pembekalan yang diberikan secara dini bertujuan untuk menumbuhkan semangat serta membukakan peluang bagi generasi muda dalam berwirausaha," ungkap Wamendag Roro.
Ia menjelaskan, pemerintah juga berharap program prioritas seperti Sekolah Garuda maupun Sekolah Rakyat dapat memasukkan nilai-nilai kewirausahaan sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Baca Juga: Telkom Gelar Forum Nasional Post-Quantum Cryptography, Perkuat Kesiapan Keamanan Digital
Dengan begitu, lulusan sekolah diharapkan memiliki daya saing yang lebih kuat dalam menghadapi perkembangan perdagangan internasional yang semakin kompetitif.
"Program Sekolah Garuda merupakan bagian penting dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas SDM dan mempersiapkan generasi muda di seluruh Indonesia, termasuk di Kota Malang. Kehadiran kami hari ini untuk melihat secara langsung kondisi sekolah dan memastikan program ini mampu menghadirkan pendidikan berkualitas bagi generasi penerus bangsa," ujarnya.
Campuspreneur Siapkan Mahasiswa Bangun UMKM Berdaya Saing
Selain menyasar pelajar, Kementerian Perdagangan juga memperkuat ekosistem kewirausahaan di perguruan tinggi melalui program Campuspreneur.
Baca Juga: Ketum MUI Dorong KUII VIII Keluarkan Rekomendasi Tegas Tolak Praktik LGBT
Program tersebut dirancang untuk mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan kampus yang dikelola mahasiswa.
Tak hanya didorong berkembang di pasar domestik, UMKM hasil pembinaan juga dipersiapkan agar mampu menembus pasar ekspor.
"Memasuki era persaingan global, Indonesia membutuhkan lebih banyak generasi muda yang mampu berinovasi, menciptakan peluang dan memberikan manfaat bagi masyarakat," tegas Wamendag Roro.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari para siswa.
Salah satunya Muhammad Ziyad, siswa MAN 2 Kota Malang, yang mengaku memperoleh banyak wawasan baru mengenai dunia usaha.
"Pembekalan serta motivasi langsung dari Kementerian Perdagangan sangat bermanfaat bagi para siswa untuk mulai berani membangun ide-ide bisnis kreatif, melatih kemandirian, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan global sejak masa sekolah," katanya.
Ayung Sportindo Jadi Bukti UMKM Lokal Bisa Tembus Dunia
Usai mengunjungi MAN 2 Kota Malang, Wamendag melanjutkan agenda kerja dengan mendatangi Ayung Sportindo, pelaku UMKM yang menjadi alumni Export Coaching Program (ECP) dari Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) Kementerian Perdagangan.
Baca Juga: Mantan Ketua KPK Ungkap Penyidik Bidik Tersangka Lain Selain Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Ayung Sportindo merupakan perusahaan konveksi asal Kota Malang yang memproduksi jaket outdoor, pakaian kerja (safety workwear), seragam komunitas, hingga pakaian olahraga.
Berdiri sejak 2010, perusahaan tersebut kini berhasil memperluas pasar hingga ke Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Kolombia, dan Rusia.
"Kami bangga, UMKM Ayung Sportindo yang merupakan alumni ECP telah berhasil menembus pasar internasional, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Kolombia, hingga Rusia. Tidak hanya itu, keberadaan mereka turut memberdayakan masyarakat sekitar dengan mempekerjakan 34 karyawan tetap dan ratusan mitra lokal," ungkap Wamendag Roro.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pendampingan, pelatihan, dan akses pasar yang diberikan pemerintah mampu meningkatkan daya saing UMKM Indonesia di tingkat global.
Baca Juga: Mahfud MD Dukung Desakan MUI, Hukuman Mati untuk Koruptor Ternyata Sudah Diatur dalam UU
Karena itu, Kementerian Perdagangan akan terus memperluas berbagai program peningkatan kapasitas, promosi internasional, serta pembukaan akses perdagangan bagi pelaku usaha.
Mendorong semangat berwirausaha sejak usia muda menjadi investasi penting bagi masa depan bangsa.
Ketika semakin banyak anak muda berani berinovasi dan membangun usaha, peluang terciptanya lapangan kerja serta meningkatnya daya saing Indonesia di pasar dunia pun akan semakin besar.***




