POJOKSATU.id - Menjelang Ramadan 1447 H, isu sweeping rumah makan kembali mencuat dan menimbulkan keresahan publik.
Banyak yang khawatir kelompok tertentu bakal turun melakukan razia terhadap tempat makan yang tetap buka pada siang hari.
Namun Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafi’i, langsung meluruskan kabar tersebut.
Ia menegaskan tidak ada ruang bagi sweeping, termasuk oleh organisasi masyarakat.
Baca Juga: Bingung Cari Tempat Buka Puasa? Masjid Istiqlal Sediakan Ribuan Takjil Gratis Setiap Hari Ramadan
Syafi’i menyampaikan pernyataan keras itu usai Sidang Isbat penetapan 1 Ramadan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.
Ia memastikan bahwa pemerintah tidak pernah memberi izin, apalagi mendorong tindakan sepihak dalam bentuk razia terhadap fasilitas umum.
“Nggak ada, nggak ada sweeping-sweeping lah. Itulah bentuk penghormatan kita selain kita yang berpuasa, masih ada kok saudara kita yang tidak berpuasa,”.
Baca Juga: Masjid Pink di Shiraz, Keajaiban Cahaya yang Bikin Hati Terpukau
Tegasnya, dikutip Pojoksatu.id dari Detik.com 17/2/2026.
Syafi’i menekankan bahwa Ramadan seharusnya menjadi ruang untuk memperkuat toleransi.
Ia mengingatkan bahwa masyarakat Indonesia hidup dalam keberagaman.
Baca Juga: Bingung Cari Tempat Buka Puasa? Masjid Istiqlal Sediakan Ribuan Takjil Gratis Setiap Hari Ramadan
Karena itu tindakan memaksa semua orang mengikuti kewajiban puasa adalah keliru dan tidak mencerminkan nilai luhur yang dijunjung umat Islam.
“Kita yang berpuasa ini harus menyadari juga, ternyata kan nggak semua orang berpuasa."
"Sehingga masih memungkinkan ada fasilitas-fasilitas yang masih terus bisa dinikmati oleh orang yang tidak puasa,” ungkapnya.
Menurut Wamenag keberadaan rumah makan atau fasilitas layanan publik yang tetap buka merupakan bagian dari kenyataan sosial yang harus dihormati.
Baca Juga: Viral dan Kocak! Pencuri Peralatan Tukang Ketahuan, Eh Pemilik Rumah Malah Memberinya Makan
Ia meminta masyarakat tidak terprovokasi isu yang beredar dan tetap menjaga ketenangan selama Ramadan.
“Kan nggak mungkin gara-gara kita puasa, maka semuanya harus merasakan puasa,” tegasnya.
Pemerintah, kata Syafi’i, telah menegaskan bahwa penegakan aturan di ruang publik tetap berada di tangan aparat berwenang bukan kelompok masyarakat.
Baca Juga: Masjid Pink di Shiraz, Keajaiban Cahaya yang Bikin Hati Terpukau
Karena itu ia meminta seluruh pihak menghindari tindakan yang berpotensi memicu ketegangan dan menyerahkan mekanisme pengawasan kepada pemerintah.
Dengan penegasan ini pemerintah berharap Ramadan berlangsung damai, tertib, dan penuh saling menghormati.***




